Babak 32 besar Piala Dunia langsung menghadirkan serangkaian duel kelas atas seiring turnamen memasuki fase gugur. Dengan bagan yang mengerucut, beberapa tim kini harus melewati rintangan berat untuk melaju ke babak berikutnya.
Tiga pertandingan utama dijadwalkan berlangsung pada Senin (29/6/2026) waktu setempat, dimulai dari laga antara Brasil dan Jepang di Houston, Amerika Serikat. Berikutnya Jerman akan menantang Paraguay di Foxborough, sementara Belanda bertemu Maroko di Monterrey, Meksiko.
Brasil melaju sebagai juara Grup C dan membawa tradisi panjang sebagai pemegang lima gelar juara dunia. Mereka akan diuji oleh Jepang, yang lolos dari Grup F sebagai runner-up dengan catatan satu kemenangan dan dua hasil imbang serta menempati peringkat 17 dunia.
Jerman melaju dari Grup E sebagai juara setelah mencetak 10 gol di fase grup, menjadikannya salah satu tim paling produktif. Di sisi lain, Paraguay melaju sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik dari Grup D setelah bangkit usai kekalahan 1-4 dari Amerika Serikat, dan mendapat suntikan kepercayaan berkat kemenangan atas Turki serta hasil imbang kontra Australia.
Partai penutup di Monterrey mempertemukan dua tim papan atas dunia: Belanda dan Maroko. Belanda kerap disebut sebagai tim kuat yang belum pernah menjuarai Piala Dunia, sedangkan Maroko muncul sebagai kekuatan baru setelah prestasi menonjol pada edisi 2022.
Rekam Jejak Dan Rivalitas Menarik
Pertemuan Brasil dan Jepang juga sarat dimensi historis dan sosial. Brasil menjadi rumah bagi populasi keturunan Jepang terbesar di luar Jepang, sementara hubungan kedua negara tercermin pula dalam lintas generasi sepak bola, termasuk peran tokoh legendaris yang pernah berkiprah di Jepang pada awal 1990-an.
Secara head-to-head, Brasil unggul dengan sebelas kemenangan atas Jepang. Namun pada pertemuan persahabatan di Tokyo, Oktober 2025, Jepang sempat menaklukkan Brasil 3-2, menambah dinamika jelang duel di Houston.
Jerman kembali merasakan atmosfer babak gugur untuk pertama kali sejak edisi 2014, dengan tim yang dipimpin Julian Nagelsmann. Sementara itu, laga antara Belanda dan Maroko dipandang berpeluang sengit mengingat catatan Belanda melawan tim Afrika dan status Maroko sebagai juara Piala Afrika 2025.
Penerapan format baru yang memasukkan babak 32 besar langsung setelah fase grup membuat tensi turnamen meningkat sejak awal. Perubahan ini juga memangkas margin kesalahan bagi tim-tim besar dan membuka ruang bagi kejutan dari wakil Asia dan Afrika seperti Jepang dan Maroko.
Ikuti Ihram.co.id
