Alamanda Shantika menapaki perjalanan dari lingkungan keluarga pendidik hingga mendirikan Binar Academy, platform pendidikan teknologi. Perpaduan pengalaman di sektor korporasi dan kepedulian terhadap sistem pendidikan mendorongnya kembali ke bidang yang dicintai.
Perempuan kelahiran 12 Mei 1988 itu mengawali kiprah di dunia pendidikan sejak kuliah dengan menjadi guru les privat, kemudian berkarier di sejumlah perusahaan teknologi seperti Berrybenka, Kartuku, dan Gojek sebelum memutuskan fokus pada edutech pada 2017.
Latar Belakang dan Pilihan Karier
Alamanda mengaku terinspirasi oleh sang ibu yang berprofesi sebagai guru. Ia prihatin dengan praktik pembelajaran yang lebih menekankan hafalan ketimbang pemahaman konsep.
“Dari dulu saya ingin sekali ada di dunia pendidikan, tetapi hidup mengantarkan saya ke perjalanan yang berbeda-beda. Kalau tidak masuk ke dunia teknologi, mungkin tidak begitu banyak yang bisa saya lakukan di bidang pendidikan,”
Setelah berkecimpung di sektor teknologi, Alamanda memilih meninggalkan jabatan di Gojek untuk mewujudkan mimpinya membangun solusi pendidikan yang lebih efektif. Binar Academy tidak hanya memberi pelatihan, tetapi juga menautkan talenta digital dengan kebutuhan perusahaan.
Filosofi Kerja: Integritas dan Menabung Pengalaman
Integritas menjadi nilai utama yang ia pegang. Alamanda menekankan bekerja dengan hati, bukan sekadar transaksi, sebagai cara memperoleh kepercayaan dan pembelajaran.
“Saya menabung experience lebih cepat daripada orang lain. Hal ini saya lakukan dengan cara bekerja secara total, sehingga saya mendapatkan experience baru. Akhirnya, experience itu ditabung menjadi kayak investasi,”
Menurutnya, pengalaman dan pembelajaran yang terkumpul mempercepat jalur karier meski kompensasi finansial mungkin setara dengan orang lain.
Pandangan soal Kompetensi Digital dan AI
Alamanda menyebut kemampuan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) sebagai kompetensi dasar yang harus dimiliki, mulai dari penggunaan ChatGPT hingga pembuatan AI agent sederhana. Ia juga menyorot pentingnya kemampuan berinteraksi antar-manusia dan mengeksekusi ide.
“Mau nggak mau kita harus sangat terampil menggunakan AI. Setelah itu, yang masih sangat diperlukan adalah bagaimana bisa berinteraksi dengan manusia,”
Ia menambahkan bahwa kemampuan mengeksekusi gagasan dan meta learning — menjadi pembelajar seumur hidup — krusial di tengah percepatan teknologi.
Strategi Binar Menyelaraskan AI dan SDM
Binar membantu perusahaan memetakan proses bisnis yang ada sebelum merancang dan menerapkan solusi AI. Langkah kerja mencakup pemetaan proses, menentukan bagian yang bisa dialihkan ke AI, pembuatan AI, serta pembinaan manusia agar dapat beradaptasi.
Langkah ini ia sebut bersifat holistik: tidak hanya membangun teknologi tetapi juga mempersiapkan sumber daya manusia yang akan bekerja bersama teknologi tersebut.
Model Kepemimpinan
Dalam memimpin, Alamanda menilai kinerja berdasarkan hasil (outcome) dan memberikan kepercayaan kepada tim. Ia bukan tipe yang melakukan micromanagement namun tetap menekankan pentingnya struktur dan proses untuk memperkuat eksekusi.
“Ibarat bangunan, kalau strukturnya sudah salah, maka bangunan akan gampang roboh. Selain struktur, hal lain yang saya perhatikan adalah proses,”
Selain strategi, ia menekankan sikap rendah hati dan empati terhadap tim.
Saran Untuk Generasi Muda
Alamanda mendorong generasi muda untuk melihat dunia lebih luas, mengumpulkan ide dari berbagai sumber, dan berani memulai tanpa terlalu lama menganalisis. Menjalin percakapan dan menghadiri konferensi disebutnya sebagai cara efektif belanja ide.
Biodata Singkat
- Nama: Alamanda Shantika
- Tanggal Lahir: 12 Mei 1988
- Posisi Saat Ini: Founder dan Presiden Direktur Binar Academy
- Karier: Product Design and Engineering Lead Berrybenka (2010–2011); Berbagai posisi di Kartuku, terakhir Head Product Development Engineering (2013–2016); Berbagai posisi di Gojek, terakhir Vice President People and Culture (2014–2016); Presiden Direktur Binar (2017–sekarang)
- Peran Lain: Anggota Tim Kajian Sumber Daya Manusia dan Ekonomi Digital, Dewan Pertimbangan Presiden (Jan 2019–Jul 2019); Komisaris Independen PT Mandiri Capital Indonesia (2019–sekarang); Komisaris Independen PT Blue Bird Tbk (2022–sekarang); Komite Manajemen Data PT Medikaloka Hermina Tbk (2018–sekarang)
- Penghargaan: Kartuku Annual Award (Best Team Work) 2013; Women in Tech (Habibie Festival) 2017; 4.0 Under 40 (Marketeers) 2017; Women of the Year (Her World) 2017; Inspiring Woman of the Year (Elle Style Awards) 2018
Ikuti Ihram.co.id
