Ahad 23 Jan 2022 18:41 WIB

Pakistan Minta Bantuan Iran Cari Pembunuh Diplomat Saudi pada 2011

Tersangka pembunuh diplomat Arab Saudi diduga melarikan diri ke Iran.

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah
Seorang tentara paramiliter memeriksa kendaraan yang rusak di lokasi bom bunuh diri di sebuah pos pemeriksaan di pinggiran Quetta, Pakistan, Minggu, 5 September 2021. Seorang pengebom bunuh diri meledakkan bahan peledaknya pada Minggu di dekat pos pemeriksaan keamanan di Pakistan barat daya yang bergolak, menewaskan beberapa orang. pasukan paramiliter dan melukai lebih dari selusin, kata polisi. Pakistan Minta Bantuan Iran Cari Pembunuh Diplomat Saudi pada 2011.
Foto: AP/Arshad Butt
Seorang tentara paramiliter memeriksa kendaraan yang rusak di lokasi bom bunuh diri di sebuah pos pemeriksaan di pinggiran Quetta, Pakistan, Minggu, 5 September 2021. Seorang pengebom bunuh diri meledakkan bahan peledaknya pada Minggu di dekat pos pemeriksaan keamanan di Pakistan barat daya yang bergolak, menewaskan beberapa orang. pasukan paramiliter dan melukai lebih dari selusin, kata polisi. Pakistan Minta Bantuan Iran Cari Pembunuh Diplomat Saudi pada 2011.

IHRAM.CO.ID, KARACHI -- Kasus pembunuhan terhadap diplomat Arab Saudi Hassan Al-Qahtani kembali dilanjutkan. Hassan Al-Qahtani meninggal pada 2011 di kota metropolitan Karachi, Pakistan Selatan. 

“Polisi Pakistan telah meminta bantuan dari pihak berwenang di Teheran dalam menangkap tersangka pembunuh seorang diplomat Saudi yang diyakini bersembunyi di Iran,” kata seorang pejabat kontraterorisme, dilansir dari Arab News, Ahad (23/1/2022).

Baca Juga

Hassan Al-Qahtani adalah seorang karyawan konsulat Saudi di Karachi, Pakistan selatan. Ia meninggal ketika orang-orang bersenjata menembaki mobilnya di lingkungan Otoritas Perumahan Pertahanan kota itu.

Pada November tahun lalu, pihak berwenang Pakistan membentuk tim khusus untuk menyelidiki pembunuhan tersebut setelah penyelidikan sebelumnya tidak membuahkan hasil. Deputi Departemen Kontra Terorisme Inspektur Jenderal Omar Shahid Hamid mengatakan pada saat itu tim sedang mengerjakan petunjuk yang bermanfaat dari intelijen negara.

Dalam kasus ini, sudah ada tiga tersangka yang diduga terlibat dalam pembunuhan, yakni Ali Mustehsan, Raza Imam, dan Syed Waqar Ahmed – atas keterlibatan mereka dalam pembunuhan target dan kegiatan terorisme di Pakistan

“Kami telah menulis untuk bantuan hukum timbal balik dari Iran. Kami percaya ketiga terdakwa melarikan diri di Iran, dan kami tidak dapat menangkap mereka tanpa bantuan penegak hukum Iran,” kata seorang pejabat Departemen Kontra Terorisme yang enggan disebut namanya.

Dia memberitahu red notice untuk Mustehsan dan Ahmed telah dikeluarkan. Sementara itu polisi telah meminta Badan Investigasi Federal untuk memulai proses penerbitan satu red notice lagi untuk Imam.

Siapapun yang mengetahui keberadaan Imam alias Manzar akan mendapatkan hadiah satu juta rupee atau 13.400 dolar. Imam telah dijatuhi hukuman mati dalam dua kasus berbeda, menurut daftar pencarian polisi Sindh.

Dia adalah anggota organisasi militan Sipah-e-Muhammad Pakistan yang dilarang. Mustehsan alias Syed Waseem Ahsan Naqvi, berasal dari organisasi yang sama.

 

https://www.arabnews.com/node/2009721/world

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement