Piala Dunia 2026 menjadi panggung terakhir bagi Lionel Messi untuk menambah catatan panjang kariernya. Saat Argentina membuka pertahanan gelar, perhatian tertuju pada kapten yang akan menjalani turnamen keenamnya dan kemungkinan penampilan terakhirnya di ajang terbesar sepak bola dunia.

Argentina tiba di Kansas City dengan ingatan laga pembuka Piala Dunia 2022 yang berujung kekalahan dari Arab Saudi. Pengalaman itu membuat tim asuhan Lionel Scaloni tak ingin menganggap remeh laga pembuka melawan Aljazair di Arrowhead Stadium, Rabu (17/6/2026) pukul 08.00 WIB.

Messi Dan Kondisi Teranyar

Messi kembali menjadi pusat perhatian jelang laga pembuka. Selain statusnya sebagai juara bertahan dan kapten, catatan musim lalu di Inter Miami juga disorot: 43 gol dan membawa klub meraih gelar MLS Cup pertama mereka.

Messi sempat mengalami cedera hamstring menjelang turnamen, namun kondisi dilaporkan pulih dan ia siap diturunkan sejak menit awal. Pelatih Scaloni diperkirakan akan memberi kebebasan bagi Messi untuk bergerak dari sisi kanan menuju area tengah guna mengatur ritme serangan.

Argentina Bukan Lagi Sekadar Tim Messi

Meski Messi tetap menjadi figur utama, Argentina saat ini tidak bergantung pada satu pemain. Di bawah arahan Scaloni, tim memiliki keseimbangan antarlini dan kedalaman skuad yang mendukung ambisi juara.

Sektor tengah diperkuat Alexis Mac Allister, Rodrigo De Paul, dan Enzo Fernández sebagai fondasi permainan. Di lini depan, Lautaro Martínez dan Julián Álvarez menjadi tumpuan pencetak gol, sementara Messi tetap berperan membuka ruang dan menciptakan peluang.

Kembalinya Cristian Romero memperkuat sektor belakang bersama Nicolás Otamendi. Argentina hanya kebobolan satu gol dalam tujuh pertandingan terakhir, sebuah catatan yang menunjukkan konsistensi organisasi permainan di lini pertahanan.

Aljazair Datang Dengan Ambisi Besar

Aljazair, julukan Les Fennecs, tidak bisa dipandang remeh. Tim ini tampil produktif sepanjang fase kualifikasi dengan catatan 24 gol, menjadikannya salah satu tim paling tajam dari zona Afrika.

Riyad Mahrez tetap menjadi figur sentral. Selain itu, Ibrahim Maza dan Amine Gouiri disebut sebagai pemain yang berpotensi merepotkan pertahanan Argentina. Pelatih Vladimir Petković diperkirakan akan memanfaatkan transisi cepat dari lini tengah ke lini depan untuk mengandalkan kecepatan penyerang mereka.

Duel Taktik Di Kansas City

Di atas kertas Argentina lebih diunggulkan berkat kualitas individu, kedalaman skuad, dan pengalaman di level tertinggi. Namun Aljazair datang dengan modal produktivitas dan pemain berpengalaman yang berkiprah di kompetisi elite Eropa.

Babak pertama diperkirakan berlangsung ketat, dengan Aljazair berusaha meredam tempo dan mengandalkan serangan balik cepat. Seiring pertandingan berjalan, kualitas penguasaan bola dan kreativitas lini tengah Argentina diprediksi mulai mengendalikan permainan.

Jika Argentina mampu menjaga fokus dan menghindari kejutan seperti di 2022, peluang mengamankan tiga poin terbuka. Dalam skenario tersebut, hasil 3-1 disebut sebagai hasil yang mungkin menjadi modal penting bagi Lionel Messi dan rekan-rekannya dalam upaya mempertahankan gelar juara dunia.