Arron Bryan, desainer muda asal Jayapura, Papua, keluar sebagai pemenang Future Fashion Designer 2026 setelah menampilkan koleksi yang menggabungkan eksplorasi budaya Papua dengan pendekatan kontemporer. Gelar itu diraih usai serangkaian tantangan intensif yang menuntut kreativitas dan kemampuan teknis.
Arron mengatakan kemenangan itu bukan hanya soal penghargaan, melainkan proses belajar untuk memahami seluruh rangkaian produksi fashion. “Senang banget aku bisa menang dan belajar banyak untuk masuk ke industri fashion,” ujarnya saat jumpa pers di Summarecon Kelapa Gading, Jakarta.
Dari Ide Menjadi Karya Nyata
Program Future Fashion Designer (FFD) didesain untuk menguji kemampuan desainer muda melalui pengalaman yang menyerupai situasi industri nyata. Selama 14 hari, delapan peserta terpilih menjalani serangkaian tugas yang meliputi riset konsep, pemilihan material, penyusunan anggaran, pembuatan pola, produksi, styling, hingga presentasi final.
Peserta ditantang menyelesaikan lima koleksi berdasarkan lima brief berbeda: Prototype, The Curve, Re’Heritage, Multifunction, dan Opposite. Masing-masing brief menguji aspek seperti identitas desain, interpretasi budaya, inovasi, adaptabilitas, dan penyelesaian masalah kreatif.
Penilaian Langsung Pelaku Industri
Sepanjang program, 12 profesional dari beragam bidang industri—mulai desainer, pemilik brand, pendidik, jurnalis, stylist, hingga show director dan praktisi branding—memberi penilaian dan masukan. Panel juri antara lain Thresia Mareta, Susan Budihardjo, Rinaldy A. Yunardi, Hian Tjen, Caren Delano, serta nama-nama lain yang mewakili ekosistem fashion.
Dari delapan peserta yang mengikuti program sejak awal, lima berhasil mencapai tahap final dan mempresentasikan koleksi akhir melalui trunk show. Kelima finalis adalah Arron Bryan, Agatha Lievia, Azzahra Najmanisa, Nabila Karimah, dan Tashannie Abigail Loekman.
Koleksi dan Proses Kreatif Arron
Koleksi Arron berangkat dari eksplorasi budaya Papua yang ditransformasikan menjadi karya bernuansa kontemporer dan struktural. Menurutnya, tantangan terbesar adalah mentransformasi konsep menjadi produk nyata secara konsisten di setiap tugas.
“Karya aku terinspirasi dari aksesoris Renaldy A Yunardi, headpiece bridal berwarna putih berbentuk angsa yang melambangkan kesucian, kemurnian, yang aku transform menjadi look baju yang antagonis dan terkesan structural. Aku selesaikan dalam 2 hari saja. Look ini aku gunakan dua jenis, yaitu bustier yang aku bikin beberapa detail, ada choker yang aku bikin dari kain, sedangkan celananya aku bikin dari tren mode fashion akhir-akhir ini yaitu baggy pant,”
Arron menyatakan siap melanjutkan langkah kecil memasuki industri, dengan koleksi ready-to-wear yang bisa dipesan secara made by order. Ia mendeskripsikan DNA koleksinya sebagai elegan dan berpenampilan clean look.
Hadiah, Eksposur, dan Tujuan Program
Sebagai juara, Arron memperoleh hadiah sebesar Rp50 juta. Seluruh finalis mendapat kesempatan menampilkan karya mereka di runway JF3 Fashion Festival 2026, berdampingan dengan desainer nasional dan internasional.
Menurut penyelenggara, FFD bertujuan menyiapkan generasi penerus fashion Indonesia yang tidak hanya kreatif, tetapi juga memiliki kemampuan teknis, disiplin kerja, dan kesiapan menghadapi dinamika industri. Program ini diselenggarakan bekerja sama dengan Susan Budihardjo Fashion Forward Institute, didukung oleh Summarecon, Indo Hose, Rinaldy A.Yunardi, Yen’s Kreatif, dan Ideku Digital Printing.
Ikuti Ihram.co.id
