Investor asing melakukan aksi jual bersih (net sell) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Senin (15/6/2026). Pelepasan terbesar menimpa saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), sementara pembelian bersih (net buy) terfokus pada saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).
Berdasarkan data BEI, net sell asing di seluruh pasar pada hari itu tercatat sebesar Rp 106 miliar. Dengan realisasi tersebut, akumulasi net sell asing sepanjang tahun berjalan mencapai Rp 67,4 triliun.
Detail Saham Yang Dilepas Dan Diborong Asing
Di pasar reguler, net sell asing terbesar terjadi pada saham BUMI sebesar Rp 335,5 miliar. Selain BUMI, asing juga banyak melepas saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dengan net sell senilai Rp 184 miliar.
Posisi lain yang mengalami net sell asing adalah PT Astra International Tbk (ASII) sebesar Rp 144,5 miliar dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) senilai Rp 115 miliar.
Sebaliknya, transaksi beli bersih asing terbesar tercatat pada saham BMRI mencapai Rp 543,09 miliar. Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga mengalami net buy asing masing-masing Rp 396,1 miliar dan Rp 203,6 miliar.
Selain itu, saham PT Antam Tbk (ANTM) mencatat net buy asing sebesar Rp 162,7 miliar.
IHSG Dan Pergerakan Sektor
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melonjak 247,3 poin atau 4,12% ke level 6.254,9. Pada penutupan, tercatat 633 saham menguat, 133 saham melemah, dan 193 saham stagnan. Total nilai transaksi hari itu mencapai Rp 30,1 triliun.
Mayoritas sektor saham menguat. Penguatan tertinggi terjadi pada sektor barang baku sebesar 7,2%. Sektor keuangan menguat 5,2% dan sektor perindustrian naik 4,5%.
Sektor barang konsumen primer tumbuh 3,8%, sektor transportasi 2,9%, serta sektor infrastruktur 2,9%. Sektor barang konsumen non-primer naik 2,7%, sektor energi 2,3%, sektor properti 2%, dan sektor teknologi 1,7%. Hanya sektor kesehatan yang melemah 0,6%.
Katalis Pasar
Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan penguatan IHSG dan bursa regional Asia didorong oleh katalis positif dari kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran. Kesepakatan itu termasuk rencana pembukaan kembali Selat Hormuz pada akhir pekan, pencabutan blokade angkatan laut AS, pelonggaran sanksi terhadap Iran, dan pembongkaran program nuklir Teheran.
Menurut Pilarmas, kabar tersebut berpotensi menekan harga minyak dunia sehingga mengurangi tekanan terhadap inflasi dan neraca perdagangan domestik, serta mendorong penguatan nilai tukar rupiah.
Ikuti Ihram.co.id
