Berita

Banjir Landa Pandeglang, 970 Hektare Sawah Terancam Gagal Panen Akibat Cuaca Ekstrem

Advertisement

Pandeglang – Ratusan hektare lahan sawah di Kabupaten Pandeglang kini terancam gagal panen menyusul banjir yang melanda sejumlah wilayah akibat cuaca ekstrem. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) setempat mencatat sedikitnya 970 hektare sawah berpotensi terdampak.

Luapan Air Akibat Curah Hujan Tinggi

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DPKP Kabupaten Pandeglang, Nuridawati, menjelaskan bahwa banjir tersebut disebabkan oleh intensitas curah hujan yang tinggi. “Intensitas curah hujan yang tinggi menyebabkan luapan air di sejumlah wilayah pertanian,” ujar Nuridawati kepada wartawan, Selasa (6/1/2026).

Lahan sawah yang terdampak banjir tersebar di beberapa kecamatan, meliputi Kecamatan Patia, Panimbang, Cisata, Saketi, Carita, Pagelaran, Cikeusik, dan Picung. Nuridawati menambahkan bahwa masa tanam padi umumnya berkisar antara 15 hingga 30 hari setelah tanam (HST).

Pendataan Kerusakan dan Potensi Bantuan

“Total sementara lahan sawah terdampak sekitar 970 hektare, dan seluruhnya merupakan lahan garapan petani,” imbuh Nuridawati. Pihaknya saat ini masih menunggu laporan resmi dari petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Banten untuk menetapkan status kerusakan tanaman.

Advertisement

Jika hasil pendataan menunjukkan adanya gagal panen atau puso, DPKP Pandeglang akan segera mengusulkan bantuan cadangan benih daerah (CBD) ke Pemerintah Provinsi Banten. “Jika nanti sudah ada laporan POPT dan dinyatakan puso, kami akan segera mengusulkan bantuan ke Provinsi Banten berupa cadangan benih daerah,” jelasnya.

Belum Ada Laporan Gagal Panen Resmi

Meskipun potensi gagal panen mengancam, Nuridawati menegaskan bahwa hingga kini belum ada laporan resmi mengenai wilayah yang mengalami gagal panen akibat bencana hidrometeorologi tersebut. Ia berjanji akan segera turun ke lapangan untuk melakukan monitoring setelah air benar-benar surut.

“Belum ada laporan resmi gagal panen. Ini masih potensi, dan akan kami evaluasi setelah air benar-benar surut,” tutupnya.

Advertisement