Waspada Calo Dam

Jumat , 11 Oct 2013, 14:39 WIB Reporter :Hannan Putra/ Redaktur : A.Syalaby Ichsan
Sejumlah pembeli memilih domba yang akan digunakan untuk membayar dam (denda) di pasar ternak Kaqiyah, Makkah, Arab Saudi.
Sejumlah pembeli memilih domba yang akan digunakan untuk membayar dam (denda) di pasar ternak Kaqiyah, Makkah, Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pembayaran dam atau denda dengan memotong hewan bagi jamaah haji hingga saat ini masih menjadi sesuatu yang 'unik'.

 

Ketiadaan lembaga resmi milik Indonesia yang menangani ini menyebabkan, banyaknya kasus-kasus penipuan masih sangat marak terjadi kepada jamaah.

Terkait

Anggota Komite Pengawas Haji Indonesia (KPHI) Syamsul Ma'arif mengatakan, penipuan berkedok penawaran jasa pembayaran dam banyak sekali berkeliaran di Maktab (pemondokan) jamaah haji Indonesia. 

Menurut Syamsul, penipu berkedok penawar jasa pembayaran dam tersebut tidak benar-benar amanah mencarikan hewan sembelihan. Bahkan, mereka hanya berpura-pura bahwa hewan tersebut telah disemblih tanpa disaksikan oleh pembayar dam sendiri.

Mereka pun hanya menunjuk dari jauh sambil mengatakan, "itu hewan dam mereka telah disemblih". Padahal, tidak ada jaminan apakah binatang yang diseblih tersebut benar-benar miliknya atau tidak.

"Sangat beresiko jika jamaah mempercayai calo-calo ini. Kami mengimbau agar jamaah untuk urusan dam mempercayakan kepada KBIH atau Bank resmi milik Arab Saudi," ujarnya kepada Republika.

Hanya, tidak semua jamaah haji menyalurkan dam lewat bank resmi Arab Saudi tersebut. Seperti dipaparkan Ketua Regu Kloter 1 Asal DKI Jakarta Sutriono, ia mengaku jamaahnya mempercayakan pembayaran dam kepada warga Indonesia yang tinggal di Saudi.

"Kalau di rombongan kami, sudah ada link dari penduduk Indonesia yang tinggal di Makkah," jelas Tri via Blackberry Messanger, Jumat (11/10).

Tri juga menjelaskan, beberapa jamaah haji yang lain memang ada yang menyalurkan ke bank resmi Arab Saudi, ada juga jasa-jasa pengelolaan dam milik swasta yang sudah tepercaya.

ia mencontohkan, beberapa jamaah dari rombongan lain membayarkan ke Lembaga Adahi The Saudi Project for Utilization of Hajj Meat. Lembaga ini diwadahi langsung oleh Islamic Development bank (IDB).

"Letaknya tak jauh dari Masjidil Haram," sambungnya sembari mengirimkan foto jamaah haji yang mengantri membayar dam di kios tersebut.

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini