Tingkat Kematian Jamaah Haji Indonesia Turun

Kamis , 17 Oct 2013, 20:40 WIB Redaktur : Ajeng Ritzki Pitakasari
Petugas menjaga barang miliki calon haji yang wafat, M Arifin bin Hape Langga (65) asal Desa Tanah Harapan, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Lembaran identitas yang memuat wajah Arifin (insert)
Petugas menjaga barang miliki calon haji yang wafat, M Arifin bin Hape Langga (65) asal Desa Tanah Harapan, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Lembaran identitas yang memuat wajah Arifin (insert)

REPUBLIKA.CO.ID, MEKKAH--Tingkat kematian jamaah haji Indonesia tahun ini menurun cukup sigifikan jika dibandingan dengan tahun-tahun sebelumnya pada periode yang sama.

 

Terkait

Ketua Bidang Kesehatan Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dr Fidiansjah di Mekkah, Kamis (17/10) mengatakan hingga saat ini jumlah jamaah haji Indonesia yang wafat sebanyak 94 orang.

Pada periode yang sama, jumlah jamaah Indonesia yang wafat tahun lalu sebanyak 141 orang, sementara tahun 2011 sebanyak 145 jamaah. Fidiansjah menekankan faktor yang turut andil menurunkan tingkat kematian jamaah antara lain pusat data kesehatan yang lengkap sehingga kesehatan jamaah terpantau baik.

"Ada peningkatan buku kesehatan, juga gelang risti (risiko tinggi) bagi jamaah, juga sangat membantu," katanya. Hikmah lainnya, kasus virus Corona, katanya, juga membuat jamaah berhati-hati dan sangat menjaga kesehatan dan kebugarannya.

Data terakhir dari Sistem Komputerisasi dan Informasi Haji Terpadu (Siskohat) bidang kesehatan menyebutkan jamaah yang wafat di Mina sebanyak sembilan orang, sementara yang dirawat inap sebanyak tiga orang. 16 jamaah lainnya harus dirujuk ke RS Arab Saudi.

Total jumlah jamaah yang wafat sejak awal kedatangan sebanyak 94 orang dengan rincian tiga di Jeddah, 13 di Madinah, 60 di Makkah, sembilan di Mina dan satu di Muzdalifah.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini