PPIH Awasi Ribuan Jamaah yang Memilih Tarwiyah (2-habis)

Selasa , 30 Sep 2014, 06:09 WIB Redaktur : Damanhuri Zuhri
Persiapan keberangkatan jamaah haji di Tanah Suci.
Persiapan keberangkatan jamaah haji di Tanah Suci.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Zaky Al Hamzah

 

Terkait

Menurut Kepala Seksi Bidang Pengendali Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) PPIH Daerah Kerja Jeddah, Cecep Nursyamsi, sekitar delapan ribuan jamaah calon haji asal Indonesia yang diberangkatkan PIHK memilih perjalanan Tarwiyah sebelum wukuf di Arafah, 3 Oktober 2014 (9 Dzulhijjah 1435 H). 

"Sisanya memilih non tarwiyah," kata Cecep. Kuota haji khusus tahun ini sebesar 13.600, berkurang jauh dari tahun-tahun sebelumnya yang sekitar 17 ribu.

Menurut Cecep, perjalanan atau pergerakan jamaah haji yang memilih Tarwiyah dimulai 8 Dzulhijjah dan diawali perjalanan dari Mina setelah Shalat Dzuhur. Sedangkan jamaah yang non-tarwiyah masuk lewat Arafah mulai 8 Dzulhijjah tengah malam.

Terkait keberadaan jamaah PIHK di Mina, Cecep menambahkan, sebanyak 80 persen mengambil Nafar Awal. Mereka akan meninggalkan Mina 12 Dzulhijjah, dan sisanya 20 persen Nafar Tsani, meninggalkan Mina pada 13 Dzulhijjah.

Hari Tarwiyah jatuh pada tanggal 8 Dzulhijjah. Tarwiyah bermakna berpikir atau merenung. Hari itu jamaah akan melaksanakan napak tilas perjalanan Nabi Ibrahim as dan anaknya, Nabi Ismail AS.

Mereka berangkat ke Mina terlebih dahulu, baru menuju Arafah. Cara ini pernah dilaksanakan Rasulullah SAW pada tanggal 8 Dzulhijjah tahun 10 Hijriah.

Setelah Nabi berniat berihram untuk haji, dia bersama-sama para sahabat meninggalkan Makkah menuju Mina dengan mengendarai onta yang bernama Al-Qashwa dengan lama perjalanan satu hari satu malam.

Sesampai di Mina, Nabi beristirahat. Setelah selesai salat subuh, ketika matahari sudah terbit, Nabi menyuruh para sahabat mendirikan kemah di Namirah, di tempat ini sekarang berdiri Masjid Namirah.

Setelah istirahat di Namirah, Nabi melanjutkan perjalanannya menuju Arafah pada pagi hari ke-9 Dzulhijjah. Dalam perjalanannya itu, Nabi singgah di Muzdalifah, disebut dengan Mabit di Muzdalifah sebagaimana dulu orang Quraisy melaksanakannya.

Setelah waktu wukuf masuk, yaitu tergelincirnya matahari tanggal 9 Dzulhijjah, Nabi berangkat menuju Wadi Aranah (Bathnul Wadi) di dekat Arafah. Di sinilah Nabi menyampaikan Khutbah Wada. Selesai Khutbah Wada, Nabi memerintahkan Bilal melakukan azan, karena waktu Dzuhur telah tiba.

Pada saat inilah Rasulullah melaksanakan shalat jamak taqdim. Selesai shalat lalu Nabi SAW menaiki onta AI-Qashwa menuju tempat wukuf di tengah-tengah padang Arafah di kaki bukit Jabal Rahmah.

Di sini Rasulullah SAW melaksanakan wukuf dan mendoa, dan berzikir terus dilakukan hingga matahari terbenam.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini