Kisah Gua Tsur (2)

Sabtu , 11 Oct 2014, 15:59 WIB Reporter :Hannan Putra/ Redaktur : Chairul Akhmad
Seorang peziarah keluar dari mulut Gua Tsur saat melakukan ziarah di gua yang pernah dijadikan tempat persembunyian Rasulullah SAW dan sahabatnya (Abu Bakar ash-Shiddiq) tersebut.
Seorang peziarah keluar dari mulut Gua Tsur saat melakukan ziarah di gua yang pernah dijadikan tempat persembunyian Rasulullah SAW dan sahabatnya (Abu Bakar ash-Shiddiq) tersebut.

REPUBLIKA.CO.ID, Rasulullah SAW menuju rumah Abu Bakar lalu keduanya keluar dari jendela belakang dan terus berjalan ke arah selatan menuju Gua Tsur.

 

Terkait

Di dalam Gua Tsur inilah Nabi Muhammad beserta Abu Bakar bersembunyi dan beristirahat selama tiga hari dalam perjalanan hijrah tersebut.

Menurut suatu riwayat, waktu Nabi Muhammad keluar menuju Gua Tsur itu, para pemuda Quraisy masih tertidur semuanya, mereka baru terbangun setelah Nabi Rasulullah berlalu dan mendapati kepala mereka penuh dengan pasir berdebu. Mereka baru sadar bahwa mereka telah tertidur dan tertipu.

Tidak ada yang tahu tempat persembunyian Rasulullah dan Abu Bakar, kecuali Abdullah bin Abu Bakar, Asma’ binti Abu Bakar, Aisyah binti Abu Bakar, dan pembantu mereka bernama Amir bin Fuhaira. Merekalah yang sangat berjasa membantu Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar.

“Abdullah bertugas mencari informasi tentang kaum kafir Quraisy. Sehari-harinya dia berada di tengah-tengah kaum kafir Quraisy untuk mendengar sikap dan rencana yang akan mereka laksanakan,” tulis Drs Ikhwan M.Ag dan Drs Abdul Halim M.Ag dalam Ensiklopedi Haji dan Umrah.

Malam harinya, seluruh informasi tersebut disampaikan kepada Nabi Muhammad dan Abu Bakar. Sedangkan Amir tugasnya menggembalakan kambing Abu Bakar di sekitar Gua Tsur, memerah susu dan menyiapkan daging untuk makanan Nabi SAW dan Abu Bakar, dengan dibantu oleh Asma’ dan Aisyah.

Disamping itu, Amir bertugas menghapus jejak Abdullah yang keluar masuk tempat persembunyian dengan cara mengembalakan kambingnya di jalan yang dilalui Abdullah sehingga jejak Abdullah terhapus.

Setelah kaum kafir Quraisy mengetahui bahwa buruan mereka telah berhasil meloloskan diri, mereka lalu mengerahkan semua kekuatan untuk mengejar dan mencari Nabi Muhammad SAW.

Segala tempat di berbagai arah mereka sisir dan selidiki satu per satu dengan tanpa mengenal lelah. Di antara pasukan Quraisy ada yang datang mendekati Gua Tsur. Mereka menghunus pedang sambil mondar-mandir mencari dengan penuh selidik ke segenap penjuru.

Tidak jauh dari gua itu mereka bertemu dengan seorang pengembala, lalu mereka bertanya, “Apakah Muhammad dan Abu Bakar dalam gua itu?”

Jawab penggembala, “Mungkin saja mereka dalam gua itu, tapi saya tidak melihat ada orang yang menuju ke sana.”

Ketika mendengar jawaban gembala itu, Abu Bakar berkeringat. Ia khawatir, mereka akan menyerbu ke dalam gua. Abu Bakar menahan nafas, tidak bergerak, dan hanya menyerahkan nasibnya kepada Allah SWT.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini