10 Ramadhan 1442

Tips Haji Musim Panas

Sabtu , 15 Aug 2015, 19:35 WIB Redaktur : Damanhuri Zuhri
Jamaah haji melaksanakan wukuf di Arafah.
Jamaah haji melaksanakan wukuf di Arafah.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Pembimbing KBIH Darul Ulum Bogor, KH Anwar Hidayat yang telah merasakan ibadah haji baik di musim panas maupun musim dingin, mengungkapkan para jamaah haji dapat menikmati pelaksanaan ibadah haji dalam dua musim tersebut.

''Alhamdulillah, selama kurang lebih 3o tahun saya membimbing para calon jamaah haji, mereka dapat menikmati ibadah haji baik di musim panas mau pun di musim dingin,'' ungkap Buya, begitu ia akrab disapa kepada Republika, di rumah yang asri, Sabtu (15/8) malam.

Berikut ini, tips yang Buya sampaikan bagi para calon jamaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci tahun ini. Pertama, setiap para calon jamaah haji, hendaknya mempersiapkan diri baik mau pun mental dengan sebaik-baiknya.

''Kita maklumi kebanyakan rangkaian dari ibadah haji, membutuhkan persiapan yang prima, baik selama berada di Masjidil Haram, Masjid Nabawi maupun ketika wukuf di Arafah serta melompar jumrah di Mina,'' paparnya.

Dari pengalamannya membimbing para calon jamaah haji, Buya menilai, pelaksanaan ibadah haji di musim panas, masih lebih nikmat dan lebih mudah, ketimbang melaksanakan ibadah haji di musim dingin.

Alasannya, sambung ulama asal Sukabumi, Jawa Barat, pakaian yang dibawa para calon jamaah haji di musim panas, lebih sedikit dibanding jika pelaksanaan ibadah haji di musim dingin.

''Bayangkan, kalo musim dingin harus berlapis-lapis pakaian yang dikenakan para calon jamaah haji, agar dia dapat melaksanakan ibadah haji dengan tenang,'' jelasnya.

Apalagi, jika pelaksanaan ibadah haji di musim dingin berbarengan dengan ibadah wukuf di Arafah. ''Terutama para jamaah haji pria. Hanya mengenakan dua helai kain ihram, tanpa berjahit dan tidak boleh menutup kepala dan mata kaki. Padahal, sumber dingin itu ada di kaki dan kepala,'' ungkap Buya Anwar.

Karena itu, Buya mengajak para calon jamaah haji yang akan berangkat tahun ini senantiasa mensyukuri kondisi yang ada di Tanah Suci. ''Tidak perlu ditakuti musim panas yang diprediksi di Tanah Suci tahun ini, seperti diinformasikan banyak kalangan,'' jelas Buya Anwar menerangkan.

 

widget->kurs();?>