Terduga Penyalahgunaan Dokumen Haji Masih Ditahan

Jumat , 28 Aug 2015, 16:25 WIB Reporter :c 34/ Redaktur : Indah Wulandari
 Paspor Haji (ilustrasi)
Paspor Haji (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID,BOGOR -- Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor masih menunggu hasil pemeriksaan Kantor Imigrasi Bekasi terkait penyalahgunaan dokumen calon jamaah haji Kabupaten Bogor, Jumat (28/8).

 

Terkait

Hingga kini, Zaenal Arifin (42 tahun) yang menyalahgunakan dokumen Abdillah Ishak Muhasyim (52 tahun) tengah menjalani penahanan. Sementara Abdul Rahman, penasehat Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al Falah masih diperiksa terkait keterlibatannya dengan kasus tersebut.

"Kami masih menunggu hasil investigasi, apakah ada keterlibatan atau tidak. Terkait pencabutan izin KBIH kami akan lihat dulu," ujar Kepala Seksi Pelayanan Haji pada Kantor Kemenag Kabupaten Bogor, Ngadiyono.

Dalam data awal manifestasi Kantor Kementerian Agama Bogor, terdapat 2.761 calon jamaah haji yang akan diberangkatkan pada tahun 2015 atau 1436 H. Para calhaj itu terbagi atas delapan kloter, yakni kloter 5, 14, 18, 27, 35, 47, 52, dan 56.

Ngadiyono menginformasikan, Abdillah terdata sebagai calon jamaah haji dari rombongan 5 regu 1 di kloter 14. Total calon jamaah haji yang berangkat di kloter 14 berjumlah sebanyak 450 orang.

Ia menegaskan, pihaknya tidak menduga akan terjadi penyalahgunaan. Pasalnya, Kemenag Kabupaten Bogor telah menyeleksi dokumen sesuai regulasi yang berlaku.

"Kami menyeleksi dokumennya, bukan orangnya," ujarnya.

Menurutnya, kasus tersebut sangat merugikan dan mencemarkan nama baik Kemenag Kabupaten Bogor. Ngadiyono yang hingga saat ini tak mengetahui hubungan keluarga antara Abdillah dan Zaenal menegaskan pihaknya sama sekali tak merekayasa dokumen yang ada.

Ngadiyono menyebutkan, selama ini tak pernah terjadi kasus serupa. Untuk mengantisipasi kejadian yang sama, ia menyatakan akan memperketat seleksi administrasi.

"Kedepan secara administrasi akan dipastikan tidak terulang. Namun, masalah ini terjadi di luar kemampuan kami," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini