Wawalkot Malang Minta Maaf kepada Jamaah Calon Haji, Ada Apa?

Selasa , 08 Sep 2015, 15:00 WIB Reporter :Lintar Satria/ Redaktur : Indah Wulandari
 Jamaah calon haji kloter 27 asal Banten antre untuk didata saat tiba di Asramah Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (7/9).  (Republika/Agung Supriyanto)
Jamaah calon haji kloter 27 asal Banten antre untuk didata saat tiba di Asramah Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin (7/9). (Republika/Agung Supriyanto)

REPUBLIKA.CO.ID,MALANG -- Wakil Wali Kota Malang, Sutiaji meminta maaf kepada jamaah calon haji karena tidak bisa menanggung 100 persen biaya akomodasi bagi jamaah haji.

 

Pemkot Malang hanya menyediakan anggaran Rp 150 juta untuk biaya akomodasi jamaah haji.

Terkait

"Karena Pemkot tidak bisa menanggung biaya akomodasi seratus persen, akhirnya kekurangan biaya akomodasi harus ditanggung para calon jamaah haji," ujarnya, Selasa (8/9).

Idealnya, biaya untuk akomodasi calon jamaah haji di Kota Malang sekitar Rp 500 juta. Biaya akomodasi itu untuk membiayai transportasi para calon jamaah haji dari Kota Malang menuju Surabaya.

Selain itu, Sutiaji juga mengatakan ibadah haji ini sebagai upaya untuk menyucikan diri. Ia berharap para calon jamaah haji memantabkan hati sebelum berangkat ke tanah suci.

Sementara itu sebanyak 946 calon jamaah haji asal Kota Malang diberangkatkan menuju Asrama Haji Surabaya dari Lapangan Rampal Kota Malang. Calon jamaah haji asal Kota Malang ini terdiri dari kloter 39, kloter 42, dan kloter 43. Untuk kloter 39 yang berjumlah 46 orang sudah diberangkatan Ahad (6/9) lalu, bersamaan dengan jamaah haji asal Kabupaten Malang.

Sedangkan kloter 42 dan kloter 43 yang berangkat hari ini berjumlah 900 orang. Panitia menyediakan 20 unit bus untuk mengangkut para calon jamaah haji.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang Imron mengatakan, semua dokumen milik para calon jamaah haji asalKota Malang sudah lengkap. Visa untuk semua calon jamaah haji asal Kota Malang juga sudah keluar semua.

"Jumlah calon jamaah haji Kota Malang yang berangkat 946 orang, itu sudah dikurangi enam orang yang mengundurkan diri," kata Imron.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini