Umar bin Khattab Rintis Perluasan Masjidil Haram

Jumat , 18 Sep 2015, 12:00 WIB Reporter :c 33/ Redaktur : Indah Wulandari
Kakbah di masa lalu
Kakbah di masa lalu

REPUBLIKA.CO.ID,MAKKAH -- Proyek perluasan Masjidil Haram sudah berlangsung berkali-kali.

 

Terkait

Proyek pertama pembangunan dan perluasan dilakukan oleh Amirul Mukminin Umar bin Al-Khattab. Ia ingin mengakomodasi lebih banyak jamaah haji dari seluruh dunia.

 

Gagasan perluasan tersebut diawali dari peristiwa banjir besar yang menghantam kota Makkah. Kakbah dan makam Nabi Ibrahim tidak luput dari musibah itu.

Alhasil, Umar akhirnya memperoleh tanah dan rumah-rumah di sekitar Kakbah untuk digunakan dalam proyek perluasan. Selain itu, ia juga menambahkan lampu-lampu dan pintu-pintu.

Selain Umar, Utsmaan bin Affaan melakukan proyek perluasan juga. Ia membeli sejumlah rumah dan meratakannya guna memperluas areal Masjidil Haram. Bahkan ialah yang pertama kali membangun bangunan beratap yang bisa menaungi jamaah dari panasnya matahari.

Sedangkan, Abdullaah bin Az-Zubayr turut andil membangun ulang Kakbah seperti sedia kala setelah musibah kebakaran. Ketika itu, Kakbah terkena serangan ketapel raksasa. Abdullaah juga menambah tinggi Kakbah dan pintu masuk serta pintu keluar.

 

Onislam.net mencatat, penguasa dari wilayah Muslim terus berperan mempertahankan Kakbah dan mengakomodasi pekerja sudah ada yang bertugas di masjid dan melayani jamaah.

 

Selanjutnya, di masa seorang Khalifah Abbasiyah Abu Ja‘far Al-Mansur memperluas Masjidil Haram sekaligus mengganti ubinnya dengan marmer.

Selain itu, dia juga membangun tembok di sekitar sumur air Zamzam guna mencegah orang jatuh ke dalam sumur. Bahkan ia menambah naungan supaya jamaah tidak terkena terik matahari langsung di Masjidil Haram.

 

Selama periode Al-Mahdi, rumah-rumah di sekitar Kabah dan tempat sa’i telah dihancurkan. Tujuannya menghubungkan Kakbah dengan tempat sa’i secara langsung.

Setelah itu, penerusnya, Al-Waathiq berhasil memudahkan pelaksaan Tawaaf di malam hari dengan membangun menara penerangan.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini