Polisi Arab Saudi Intens Razia Identitas Jamaah

Jumat , 18 Sep 2015, 13:18 WIB Reporter :EH Ismail/ Redaktur : Indah Wulandari
Aparat kepolisian Arab Saudi mengecek identitas warga yang melintas
Aparat kepolisian Arab Saudi mengecek identitas warga yang melintas

REPUBLIKA.CO.ID,JEDDAH -- Polisi Arab Saudi meningkatkan intensitas razia identitas bagi para pendatang dan jamaah calon haji di Tanah Suci.

 

Terkait

Mereka yang tidak bisa menunjukkan identitas yang resmi terancam digelandang ke kantor polisi, bahkan bisa langsung dipenjara.

“Razia juga berlaku untuk mukimin dan jamaah haji, termasuk petugas,” kata Kepala Daerah Kerja Bandara Jeddah-Madinah PPIH Arab Saudi Nurul Badruttamam kepada Republika.co.id di Jeddah, Arab Saudi, Kamis (17/9).

Menurut Nurul, semua perangkat dan lembaga haji dari berbagai negara yang berada di kota-kota perhajian, yakni Makkah dan Madinah, sudah diberi tahu perihal razia identitas oleh kepolisian Arab Saudi. Karena itu, semua jamaah dan petugas haji dari Indonesia diimbau tak pernah lupa membawa serta menggunakan identitas yang dimiliki.

Peningkatan razia identitas berlaku mulai 1 Dzulhijjah 1436 H atau Selasa (15/9). Alasannya, Dzulhijjah menandai masuknya bulan haji yang biasanya juga menjadi awal masuknya jamaah haji domestik ke Tanah Suci.

Jamaah haji dari daerah-daerah sekitar Makkah atau negara tetangga Arab Saudi biasanya memang menunggu awal bulan haji sebelum masuk ke Makkah.

Nurul melanjutkan, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, ketiadaan identitas kerap menyulitkan identifikasi jamaah yang terkena masalah. Sering juga jamaah yang tersesat tanpa identitas membuat bingung petugas atau penduduk Makkah.

“Jadi selain soal keamanan, identitas juga penting untuk mengantar jamaah tersesat kembali ke hotelnya. Kalau tidak ada identitas dan bahasa Indonesianya juga terbata-bata, ini bisa menyulitkan,” kata Nurul.

Selain razia identitas, petugas keamanan Arab Saudi juga sudah melarang mobil-mobil pribadi masuk ke Makkah sejak Kamis pagi.

Selama Dzulhijjah, hanya kendaraan yang memiliki ijin mengangkut jamaah haji yang diperkenankan masuk ke Makkah. Pengemudi yang membawa jamaah haji juga harus memiliki surat khusus.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini