Indonesia Dorong Saudi Bangun Tenda Permanen di Arafah

Rabu , 23 Sep 2015, 15:47 WIB Reporter :Ratna Puspita/ Redaktur : Ilham
Tenda jamaah haji di Padang Arafah, Makkah.
Tenda jamaah haji di Padang Arafah, Makkah.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Angin kencang merobohkan sejumlah tenda di Arafah, Makkah, Arab Saudi, Selasa (22/9), malam. Karena itu, Pemerintah Indonesia akan mendorong Pemerintah Arab Saudi membangun tenda permanen di Arafah agar kejadian serupa tidak terulang.

 

Terkait

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin meminta maaf atas kejadian itu. Dia juga akan ‎menjadikan hal tersebut sebagai evaluasi. "Setelah prosesi haji, kami akan langsung berkomunikasi dengan Pemerintah Arab Saudi agar ada perbaikan fasilitas di Arafah," kata dia ketika memberikan sambutan pada prosesi wukuf di Arafah, Rabu (23/9).

Lukman menyatakan, kualitas tenda di Arafah tidak sebaik tenda di Mina. Dia akan mendorong kualitas tenda di Arafah sebaik tenda di Mina yang permanen. "Tapi, seharusnya lebih baik. Jika Saudi punya keinginan kuat, ini bukan hal yang sulit," kata dia.

Tenda-tenda di Arafah sekarang ini hanya dipasang ketika musim haji. Kondisi tenda ini tidak tahan dengan terpaan angin kencang. "Angin semalam tidak sekencang angin ketika kejadian crane di Masjidil Haram. Karena itu, kami berharap ada tenda permanen di Arafah," ujar Lukman.

Lukman menuturkan, Saudi sudah seharusnya mendirikan tenda yang layak di Arafah. ‎Sebab, Saudi juga mendapatkan pemasukan dengan menerima tamu-tamu Allah yang berhaji setiap tahunnya. "Kami akan dorong Saudi untuk mewujudkan itu," kata dia.

Sebanyak 154.347 jamaah haji Indonesia berangkat ke tanah suci pada penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Hingga Selasa (22/9), ‎jumlah jamaah yang wafat mencapai 108 orang.

Jumlah itu termasuk 11 orang yang menjadi korban mobile crane terjungkal di Masjidil Haram pada Jumat (11/9). Jamaah yang meninggal dibadalhaji oleh pemerintah.

Hingga Selasa siang, jumlah jamaah yang dibadalhaji sebanyak 222 orang. Selain mereka yang meninggal di tanah suci, jamaah yang dibadalhaji, yaitu meninggal di embarkasi, sakit parah, dan gangguan kejiwaan.

Setelah dari Arafah, jamaah akan bergerak ke Muzdalifah pada Rabu malam. Mereka akan mengumpulkan batu, yaitu 49 untuk jamaah yang melakukan nafar awal (keluar dari Mina pada 12 Zulhijjah) dan 70 bagi jamaah yang melakukan nafar tsani (keluar dari Mina pada 13 Zulhijjah).

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini