Jamaah Haji Indonesia Dilarang Bawa Air Zam-zam

Selasa , 29 Sep 2015, 17:21 WIB Reporter :EH Ismail/ Redaktur : Citra Listya Rini
Jamaah haji minum air zam zam.
Jamaah haji minum air zam zam.

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH -- Jamaah haji Indonesia sebaiknya jangan coba-coba memasukkan air zamzam dalam kemasan apa pun ke dalam tas barang bawaannya. Air zam-zam yang terdapat dalam tas jamaah dipastikan terdeteksi pada mesin pemindai (x-ray) saat pemeriksaan barang bawaan jamaah haji di Madinatul Hujjaj Jeddah, Arab Saudi.

 

"Kalau sudah terdeteksi di layar monitor, pasti kita bongkar tasnya dan kita keluarkan," kata petugas operator x-ray Garuda Indonesia, Primastyo Suhadi Wibowo, kepada Republika.co.id, di Jeddah, Selasa (29/9).

Terkait

Menurut Primastyo, mesin pemindai x-ray tidak bisa dikelabui. Setiap cairan yang terdapat dalam tas bawaan jamaah haji akan terlihat kendati jamaah melapisi atau mengemas cairan tersebut dengan beragam cara. Petugas pun tidak akan mengambil risiko meloloskan air zamzam yang dibawa jamaah lantaran ada sanksi yang mengancam maskapai.

Garuda Indonesia sebagai salah satu maskapai pelaksana pengangkutan jamaah haji Tanah Air, kata Primastyo, akan terkena denda sebesar 10 ribu Riyal Arab Saudi per botol air zam-zam yang masuk ke dalam pesawat.

"Ya, inilah aturan baru tahun ini. Kita nggak mau ambil risiko walaupun dalam hati kasihan juga karena jamaah tentu punya niat baik membawa zam-zam dari sini," ujar Primastyo.

Koordinator Madinatul Hujjaj City Check-in Garuda Indonesia di Jeddah, Ericsando menambahkan, sejak gelombang kepulangan jamaah haji Indonesia berlangsung pada Senin (28/9), masih banyak jamaah yang mencoba-coba meloloskan air zam-zam ke dalam tas mereka.

Padahal, sesuai aturan General Authority of Civil Aviation (Gaca) Arab Saudi, mulai tahun ini air zamzam tidak diperkenankan lagi dibawa ke dalam pesawat. Tas barang bawaan jamaah haji, baik yang masuk ke dalam bagasi ataupun dibawa ke atas kabin, harus bebas dari air zam-zam.

"Sebenarnya bukan hanya zamzam, tapi segala bentuk cairan di atas 100 mililiter," kata Ericsando. Menurutnya, jamaah tidak perlu khawatir tidak mendapatkan air zam-zam karena Garuda sudah menyiapkan air khas Tanah Suci tersebut di dembarkasi masing-masing.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini