Panitia Haji Bongkar 2.451 Koper Jamaah

Selasa , 06 Oct 2015, 16:07 WIB Reporter :Antara/ Redaktur : Andi Nur Aminah
Petugas Gapura Airport Servis Haji 2015 memeriksa kelengkapan data koper jamaah calon haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (10/9).  (Republika/Wihdan)
Petugas Gapura Airport Servis Haji 2015 memeriksa kelengkapan data koper jamaah calon haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (10/9). (Republika/Wihdan)

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Jeddah Arab Saudi telah membongkar 2.461 koper milik jamaah haji yang akan kembali ke Tanah Air. Pembongkaran dilakukan karena mereka kedapatan membawa air zamzam pada proses kepulangannya.

 

Terkait

"Jamaah sudah diingatkan melalui ketua kloter agar tidak memasukan air zamzam ke dalam koper, namun tetap saja ditemukan ada yang melanggar sehingga dibongkar petugas," kata Ketua PPIH Daerah Kerja VIII Makkah, Syamsuir saat dikonfirmasi dari Padang, Selasa (6/10).

Menurut dia jamaah haji sudah diingatkan melalui ketua kloter agar tidak memasukkan air zamzam karena akan membahayakan penerbangan.

Menurutnya, jika pecah dalam bagasi air akan merembes kemana-mana. Jika satu orang membawa 10 liter, maka akan ada 450 liter dalam satu kloter.

Ia mengatakan jika ada yang kedapatan membawa akan dibongkar petugas dan disita demi keselamatan penerbangan dan jamaah. Untuk penyediaan air zamzam jamaah tidak perlu khawatir, Syamsuir mengatakan pihak penerbangan telah menyediakan lima liter yang akan diserahkan di asrama haji setempat.

Ia menyampaikan hingga saat ini terus menyosialisasikan melalui ketua kloter agar memerhatikan hal ini. Menurutnya meski banyak yang kedapatan, sebetulnya tingkat kepatuhan jamaah semakin baik untuk tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper.

"Bahkan untuk sektor VIII Makkah telah dibuat komitmen dengan semua petugas kloter kalau masih ditemukan air zamzam berarti ketua kloter gagal memberikan pemahaman kepada jamaah, "ujar dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini