Haji 2016 akan Lebih Cepat, Mungkinkah?

Selasa , 06 Oct 2015, 17:48 WIB Reporter :Antara/ Redaktur : Andi Nur Aminah
Jamaah Haji
Jamaah Haji

REPUBLIKA.CO.ID,

 

Haji 2016 Akan Lebih Cepat, Mungkinkah?

Terkait

MAKKAH -- Pelaksanaan ibadah haji 2016 mendatang, kemungkinan waktunya akan lebih cepat dari pelaksanaan haji tahun-tahun sebelumnya. Kementerian Agama (Kemenag) sudah merencanakan penyelenggaraan haji tahun depan yang lebih cepatmengingat tahun depan Indonesia mendapat kuota jamaah lebih besar dibandingkan tahun ini.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Abdul Djamil di Mekkah, Arab Saudi, Selasa (6/10), mengatakan Pemerintah Arab Saudi telah berkomitmen memberikan tambahan kuota sebesar 20 ribu jamaah tahun depan. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari penambahan kuota 10 ribu orang yang ditawarkan pada tahun ini dan tambahan 10 ribu orang lagi setelah Presiden Joko Widodo bertemu Raja Salman.

"Terkait dengan hal itu Kemenag berupaya melakukan perencanaan penyelenggaraan haji tahun depan lebih awal dari tahun ini," katanya.

Djamil mengatakan banyak aspek layanan yang perlu dipersiapkan lebih matang. Misalnya, bimbingan manasik, penerbangan, akomodasi transportasi dan pemondokan, serta katering, dan lain-lain. Hal itu sudah menjadi evaluasi pemerintah dalam penyelenggaraan haji.

"Kami akan terus meningkatkan layanan pada setiap musim haji sebagai bagian dari program pembenahan penyelenggaraan haji yang digariskan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin," ujarnya.

Tahun ini pemerintah berusaha memberikan peningkatan pelayanan, antara lain pemberian katering untuk pertama kalinya di Mekkah selama 15 kali kepada setiap jamaah. Kemudian, saat wukuf di Arafah pemerintah menyiapkan karpet yang lebih bagus, minuman yang lebih banyak, dan fasilitas pendingin udara yang tahun lalu tidak ada. "Semuanya untuk memberi tambahan kenyamanan bagi jamaah. Tahun depan, akan kita tingkatkan lagi fasilitasnya," ujar Djamil.

Untuk itu Kemenag akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Arab Saudi dan Muassasah agar penambahan kuota dapat diikuti dengan perbaikan kualitas layanan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini