Evaluasi Haji, Komisi VIII: Posisi Diplomatik Indonesia Sangat Lemah

Rabu , 21 Oct 2015, 09:53 WIB Reporter :Marniati/ Redaktur : Indah Wulandari
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (tengah) bersama Irjen Kemenag M Jasin ( kedua kiri) usai mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/9). (Republika/Rakhmawaty La'lang)
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (tengah) bersama Irjen Kemenag M Jasin ( kedua kiri) usai mengikuti rapat kerja dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/9). (Republika/Rakhmawaty La'lang)

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Komisi VIII DPR RI mendesak Kementerian Agama untuk melakukan upaya-upaya diplomatik dalam meningkatkan kualitas pelayanan jamaah haji pada tahun 2016 mendatant.

 

Terkait

"Selama ini, posisi diplomatik Indonesia pada Saudi masih sangat lemah dibandingkan negara-negara lain," ujar Ketua Komisi VIII DPR RI Saleh Partaonan Daulay kepada Republika.co.id, Rabu (21/10).

Ia mengatakan, upaya diplomatik  harus dilakukan sebagai salah satu kunci sukses penyelenggaraan ibadah haji.  Apalagi, ujar Saleh, ada banyak hal yang harus dievaluasi dari penyelenggaraan ibadah haji tahun 2015.

“Namun, yang paling krusial adalah soal diplomasi,” tegasnya.

Dengan upaya-upaya diplomatik, ia yakin akan dapat meningkatkan pelayanan dan perlindungan bagi para jamaah haji selama berada di Arab Saudi.