Ini Usulan NU dan Muhammadiyah dalam Penyelenggaraan Haji

Senin , 07 Mar 2016, 11:53 WIB Reporter :Ratna Ajeng Tejomukti/ Redaktur : Agung Sasongko
Haji
Haji

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi VIII DPR RI menyelenggarakan rapat dengar pendapat bersama ormas Islam NU dan Muhammadiyah serta Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH). Ketua Komisi VIII DPR RI Saleh Partaonan Daulay mengatakan, telah mendengar pendapat mengenai hasil pemantauannya selama penyelenggaraan haji 2015 dan usulan perbaikan untuk tahun 2016.

 

Terkait

"Kami bertemu dengan NU, Muhamamdiyah dan KBIH untuk mendengarkan usulan perbaikan bagi pemerintah dalam penyelenggaraan ibadah haji," ujar dia kepada Republika.co.id, Senin (7/3). Baik NU, Muhammadiyah dan KBIH sepakat untukdilibatkan menjadi petugas di Arab Saudi sebagai Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI).

Mereka beralasan saat di dalam negeri mereka telah membimbing satu hingga dua tahun sehingga jamaah juga ingin dibimbing dengan pihak yang sama saat di Arab Saudi. Mereka juga meminta agar jamaah haji mendapatkan pemondokan yang besar. Sehingga jamaah mudah menemukan pemondokannya ketika pergi keluar.

Wakil Ketua Forum Komunikasi KBIH Qasim Saleh meminta agar pemerintah memfasilitasi ibadah tarwiyah jamaah haji. "Kami meminta mendapatkan transportasi dan pembimbing saat melaksanakan ibadah tarwiyah," ujar dia. Berkaca dari tragedi Mina, akan lebih baik jika ibadah tarwiyah didampingi.

KBIH juga meminta agar syarat usia pembimbing haji tidak hanya 55 tahun. "Seharusnya usia pembimbing haji tidak dibatasi usia maksimalnya, cukup dengan mereka yang sehat jasmani dan rohani," jelas dia. 

Ketua Umum Asosiasi Bina Haji dan Umrah Nahdlatul Ulama (Asihu NU) KH Musthofa Aqil Siradj dan Anggota Majlis Tabligh Muhammadiyah Yusuf A Hasan pun memberikan masukan yang sama terkait pembimbing haji yang dapat diikutsertakan dalam TPIHI. Terutama pembimbing bagi jamaah yang berangkat dari ormas masing-masing.

Mereka juga meminta bis yang dapat mengangkut jamaah dari Makkah ke Jeddah dan sebaliknya juga saat beribadah ke Masjidil Haram dan sebaliknya.

Khusus bis ke Masjidil Haram, NU dan Muhammadiyah berharap bis ini diperbanyak. Bis ini juga sebisa mungkin digunakan untuk khusus jamaah haji asal Indonesia, karena selama ini masih bercampur dengan jamaah lain.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini