Lima Pesan Menag untuk Jamaah Haji

Selasa , 09 Aug 2016, 09:17 WIB Redaktur : Ani Nursalikah
Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin
Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berpesan lima hal penting kepada para tamu Allah yang akan berangkat ke Tanah Suci Arab Saudi.

 

"Ada lima hal yang ingin saya sampaikan. Pertama adalah agar jamaah menjaga kesehatan," kata Lukman saat melepas jamaah calon haji kelompok terbang pertama embarkasi Jakarta-Pondok Gede di Jakarta, Selasa (9/8).

Terkait

Dia mengatakan kesehatan menjadi modal penting bagi jamaah untuk menunaikan setiap prosesi haji. Terlebih, cuaca di Saudi cenderung lebih panas dibandingkan di Indonesia.

Tanpa kesehatan, kata dia, maka jamaah tidak akan bisa beribadah. Untuk itu, perlu bagi jamaah untuk cerdas dalam membawa diri dengan menjalankan pola hidup sehat, mengonsumsi makanan bergizi, meminum air yang cukup dan melakukan aktivitas seperlunya sehingga tidak menguras tenaga.

Pesan kedua, Menag berharap jamaah benar-benar mempelajari manasik haji. Jamaah harus bisa memprioritaskan pada rukun dan wajib haji. Terdapat kecenderungan jamaah terlalu banyak terforsir untuk kegiatan yang bukan rukun dan wajib haji, misalnya ibadah yang sifatnya sunah dan afdholiat.

"Kloter pertama ini baru sebulan lagi akan wukuf di Arafah. Haji adalah wukuf puncaknya maka sebelum wukuf jangan banyak terforsir. Bukan berarti saya melarang ha-hal sunnah. Kalau umrah saat musim haji itu bolehlah dua-tiga umrah tapi jangan setiap hari. Itu tentu akan menyita stamina," kata dia.

Selanjutnya, Menag berpesan jamaah menaati peraturan yang ada. Penting juga agar jamaah menaati petunjuk petunjuk ketua regu rombongan kloter dan semua petugas haji.

Sejatinya peraturan, kata dia, dibuat untuk kemaslahatan bersama bukan untuk orang per orang. Apalagi jamaah Indonesia adalah jamaah dengan jumlah terbesar di dunia. Kemudian, Lukman berpesan agar jamaah menjaga nama baik Indonesia. Pada hakikatnya jamaah haji adalah duta bangsa yang menyandang nama Indonesia. Maka dari itu, jamaah agar menjaga tingkah laku dan tutur kata yang baik sehingga tidak merusak citra buruk Indonesia.

"Warga dari berbagai belahan dunia ke Tanah Suci dan melihat jamaah Indonesia," kata dia.

Terakhir, Lukman mengatakan jamaah agar selalu berdoa untuk dirinya, keluarga, lingkungan dan bangsa Indonesia agar selalu dapat keluar dari persoalan-persoalan sehingga menjadi lebih baik dari sebelumnya. "Bapak ibu akan di tempat yang mustajab doanya dan ada di waktu yang istimewa," kata dia.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini