Kesaksian KBIH Arafah yang Berangkatkan 14 Calhaj RI Lewat Filipina

Jumat , 26 Aug 2016, 09:13 WIB Redaktur : Achmad Syalaby
Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (kedua kiri) bersama Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf (kiri) berdialog dengan keluarga korban calon jemaah haji yang berangkat lewat Filipina di Balai Desa Bulu Kandang, Prigen, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (25/8).
Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (kedua kiri) bersama Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf (kiri) berdialog dengan keluarga korban calon jemaah haji yang berangkat lewat Filipina di Balai Desa Bulu Kandang, Prigen, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (25/8).

REPUBLIKA.CO.ID, PASURUAN — Pimpinan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Arafah, Nurul Huda, mengaku sudah memberangkatkan 14 calon jamaah haji melalui Filipina.

KBIH Arafah t merupakan satu di antara enam travel dan KBIH yang memberangkatkan calhaj asal Jawa Timur. Namun mereka ditahan pihak imigrasi  Filipina karena paspornya bermasalah.

Ia mengaku mendapat jalan dari rekannya bernama Andi asal Jambi, yang memiliki biro perjalanan di Jakarta, serta seorang syekh di Filipina."Tadi malam Andi masih bisa saya telepon, tapi sekarang sudah tidak aktif ponselnya," katanya sembari mencoba menghubungi Andi, namun tidak bisa.

Berdasarkan data diterima, dari 177 calon haji Indonesia yang bermasalah di Filipina, terdapat 14 calon haji asal Jatim yang gagal berangkat, masing-masing 12 asal Pasuruan dan dua orang lainnya asal Sidoarjo.

Rinciannya, asal Pasuruan yaitu Nurul Mahmudah (Pandaan), Sumiati Katiran Ali, Joni Faruk Matari, Maslikhah Mustakim Rakhmad, Sumiati Juari Samawi (Prigen), Satruki Sakiman Sulaiman, Urifah Wakidin Rasito, Satruki, Uripah (Rembang), Yono Noto Sumo, Kasudatin Delan Karjani, Nuriyah Wiji Seno (Purwosari). Sedangkan, dua orang lainnya asal Sidoarjo adalah Atmaji Sutrisno Sulaiman dan Sukanti Supandi Atmaji.

"Saya ridha dan ikhlas apa pun sanksinya yang diberikan untuk KBIH ini, termasuk pencabutan izin," ujarnya ketika ditemui di kantor sekaligus kediamannya di Jalan Dr Sutomo, Sumbergedang, Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (25/8).

Gus Huda, sapaan akrabnya, juga meminta maaf karena permasalahan yang terjadi. Dia mengaku tidak memiliki niat untuk menipu jamaah karena juga dijanjikan rekannya untuk kemudahan pemberangkatan.

Terlebih, lanjut dia, saat ini istrinya yang bernama Nurul Mahmudah, juga menjadi satu dari 14 korban calon haji asal Jatim yang sekarang masih berurusan dengan imigrasi Filipina. "Saya tidak akan pernah berhenti meminta maaf kepada keluarga dan masyarakat. Saya tidak memiliki maksud tertentu," ucapnya.

Pada kesempatan sama, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf dan Bupati Pasuruan M. Irsyad Yusuf bersama sejumlah keluarga korban mendatangi kantor KBIH Arafah.Salah seorang keluarga korban, Saiful Anam, bahkan sempat melabrak Gus Huda karena keterlambatannya memberikan informasi kepada keluarga sehingga tidak bisa tenang mendengar kabar gagalnya keberangkatan ke Tanah Suci.

"Gus Huda, saya menghormati anda sebagai Gus dan tanpa meminta maaf sudah saya maafkan. Tapi saya menyesalkan kenapa kami tidak diberitahu sejak awal, bahkan tahunya dari televisi. Saya melihat ibu ditahan di Imigrasi Filipina dan saya menangis," katanya.