DPR akan Evaluasi Soal Makanan Basi Jamaah Haji di Armina

Rabu , 14 Sep 2016, 20:23 WIB Reporter :Ratna Ajeng Tejomukti/ Redaktur : Andi Nur Aminah
Sejumlah petugas dari salah satu perusahaan katering yang memasok makanan bagi jamaah haji Indonesia di Arafah, Sabtu (10/9), mengemas makanan di dapur umum pada perkemahan maktab. (Republika/Amin Madani)
Sejumlah petugas dari salah satu perusahaan katering yang memasok makanan bagi jamaah haji Indonesia di Arafah, Sabtu (10/9), mengemas makanan di dapur umum pada perkemahan maktab. (Republika/Amin Madani)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher Parasong mengakui proses pelaksanaan ibadah haji memang masih terdapat kekurangan. "Ya benar, masih banyak yang perlu diperbaiki, terkait hak dan kewajiban para jamaah juga fungsi pelayanan haji oleh pemerintah. Masalah yang masih perlu perhatian adalah akomodasi, konsumsi, kesehatan dan transportasi," jelas dia kepada Republika.co.id, Rabu (14/9).

 

Terkait

Baik pemerintah Arab Saudi dan Kementrian Agama Indonesia, dia mengatakan bertanggung jawab atas adanya masalah dalam akomodasi. Mereka masing-masing harus bertanggung jawab dengan tugasnya.

Mengatasi masalah yang terjadi pada tenda dan pendingin saat di Armina, Ali menyarankan agar adanya pembuatan tenda permanen dengan instalasi listrik, air dan infrastruktur perhubungan. Ini tentu menjadi tanggung jawab pemerintah Arab Saudi.

Dia mengatakan, Kementrian Agama sebelumnya telah menyarankan perlunya dibuat instalasi listrik dan air sebelum pelaksanaan haji. Tampaknya ini belum direalisasikan.

Terkait beberapa makanan yang basi saat diberikan kepada jamaah haji, Ali mengatakan akan mengevaluasi penyebabnya. Karena masalah makanan basi ini, setiap maktab berbeda-beda jadwal pelaksanaan ibadah.

Sehingga seharusnya pembagian makanan pun dibagi sesuai jadwal maktab. Masalah konsumsi juga terkait dengan sistem transportasi dari maktab di Makkah ke Arafah, Muzdalifah dan Mina dengan jarak yang berbeda-beda jauhnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini