Hingga Kini, Masih Ada 24 Jamaah Sakit di Saudi

Kamis , 27 Oct 2016, 16:39 WIB Reporter :Fuji Pratiwi/ Redaktur : Agus Yulianto
Petugas haji mengecek jamaah yang sakit
Petugas haji mengecek jamaah yang sakit

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selain dua jamaah yang sempat sakit pasca-haji dan tiba di Tanah Air pada Kamis (27/10) ini, belum ada jamaah haji yang menyusul pulang. Saat ini, jumlah jamaah sakit pasca-haji yang masih ada di Arab Saudi mencapai 24 orang.

 

Terkait

Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Muchtaruddin Mansyur, Kamis (27/10), membenarkan pada Kamis (27/10) ada dua jamaah yang sempat sakit pascahaji telah pulang ke Indonesia. Namun, sejauh ini, belum ada tambahan jamaah haji yang akan dipulangkan lagi selain dua tersebut. Mereka adalah Sarkowi Bin Matahit Kloter SUB011 dan Muratun Binti Pa'at Kloter SOC072 yang pulang dari Arab Saudi pada 26 Oktober 2016.

"Untuk tanggal kepulangan jamaah yang lain masih belum ada kejelasan," kata Muchtaruddin.

Keduanya sempat didoagnosis pneumonia dan menerima perawatan di rumah sakit Saudi. Muchtaruddin mengatakan, pneumonia merupakan infeksi paru. Bila tidak ditemukan infeksi lagi, maka selesai perawatan. Kecual,i ada penyakit lain seperti penyakit ginjal atau diabetes, perlu dicek juga.

Prosedur penanganan di bandara pun, kata dia, sesuai prosedur yang ada. Yakni, Tim Medis Kantor Kesehatan Pelabuhan akan memeriksa kondisi jamaah sehingga bisa diketahui apakah jamaah perlu dirawat lanjutan setelah mendarat atau bisa segera pulang ke keluarga masing-masing.

Kantor Kesehatan Pelabuhan bahkan akan berkoordinasi dengan awak pesawat yang membawa jamaah, sebelum pesawat mendarat untuk mengetahui kondisi jamaah. Setelah mendarat, petugas kesehatan yang akan naik ke pesawat untuk mengecek kondisi jamaah.

Muchtaruddin menyebut, ada satu jamaah lagi yakni Siti Rukiyah Majub Gufar Kloter PLM02 yang rencana pulang pada 27 Oktober 2016, namun kepulangan kemungkinan diundur akibat terlalu lama menunggu, sehingga MEDIF-nya kedaluwarsa. Dia menjelaskan, dari sisi medis, kondisi kesehatan jamaah dinamis dan bisa berubah dalam rentang waktu tertentu, sehingga harus kembali dicek.

Maka, kata dia, MEDIF akan disesuaikan kebutuhan rentang waktu dari satu pengecekan ke pengecekan berikutnya. "MEDIF yang kedaluwarsa bisa diterbitkan kembali bila kondisi jamaah memang sudah memungkinkan untuk pulang ke Tanah Air," kata Muchtaruddin.

Sebelumnya, Kantor Urusan Haji Indonesia (KUHI) di Arab Saudi mencatat ada 33 jamaah yang sakit pasca haji yang terdiri atas 18 laki-laki dan 15 perempuan. Lima di antaranya wafat dan dua sudah pulang ke Indonesia. 24 jamaah lainnya masih dirawat di rumah sakit Arab Saudi yakni 16 orang di RS Mekkah, tujuh orang di RS Madinah, dan satu orang di RS Jeddah.

Sementara dua orang jamaah lainnya yakni Sarkowi Bin Matahit dan Muratun Binti Pa'at dipulangkan ke Indonesia pada Rabu (26/10) malam dari Saudi. Kondisi mereka juga terus dipantau. KUHI menyebut memang sempat ada jamaah yang sudah akan kembali ke Tanah Air namun kondisinya turun sehingga harus kembali mendapat perawatan.