Keluarga Korban Crane Tagih Janji Kerajaan Arab Saudi

Senin , 31 Oct 2016, 17:08 WIB Reporter :Amri Amrullah/ Redaktur : Damanhuri Zuhri
Raja Salman meninjau lokasi jatuhnya crane di Masjidil Haram, Makkah.   (Reuters/Bandar al-Jaloud/Saudi Royal Court)
Raja Salman meninjau lokasi jatuhnya crane di Masjidil Haram, Makkah. (Reuters/Bandar al-Jaloud/Saudi Royal Court)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tragedi jatuhnya crane raksasa yang merenggut 107 nyawa jamaah haji, termasuk jamaah asal Indonesia pada 2015 hingga kini masih menyisakan tanggung jawab bagi keluarga korban. Setelah lebih setahun berlalu, janji bantuan yang akan diberikan Kerajaan Arab Saudi pada keluarga korban sebesar satu juta riyal belum terealisasi.

Hingga kini keluarga korban crane dari Indonesia menagih janji Kerajaan Arab Saudi tersebut. Salah satunya dari keluarga Almarhum Sriyono, korban crane asal Sleman, Yogyakarta.

Anak menantu Sriyono, Andra Trisadi Suswanto (34 tahun), mengatakan terakhir komunikasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) terkait bantuan tersebut tiga bulan yang lalu. "Sampai sekarang belum ada kejelasan bantuan yang dijanjikan Arab Saudi," kata dia kepada Republika.co.id, (31/10).

Ia menegaskan, sebenarnya dari pihak keluarga sudah ikhlas sepenuh hati dengan musibah yang terjadi pada musim haji 2015 lalu. "Tapi karena kami dijanjikan, dan ini janji yang diberikan Saudi, tentu janji kan harus ditepati," ujarnya.

Andra pun berharap pemerintah, dalam hal ini Kementerian Agama bisa memberi kepastian apakah memang benar ada bantuan ganti rugi tersebut, seperti yang dijanjikan Kerajaan Arab Saudi. Agar pihak keluarga tidak hanya diberi angan-angan, dan tetap ikhlas atas musibah yang telah terjadi terhadap anggota keluarganya.