Antrean Haji Sampai 15 Tahun, Bengkulu Harapkan Tambahan Kuota

Rabu , 25 Jan 2017, 16:00 WIB Redaktur : Agus Yulianto
 Petugas kesehatan memeriksa suhu tubuh seorang haji dengan alat pengukur saat kedatangan jamaah haji di Asrama Haji Provinsi Bengkulu. (Ilustrasi)
Petugas kesehatan memeriksa suhu tubuh seorang haji dengan alat pengukur saat kedatangan jamaah haji di Asrama Haji Provinsi Bengkulu. (Ilustrasi)

IHRAM.CO.ID,  BENGKULU -- Kantor Kementerian Agama Provinsi Bengkulu berharap mendapatkan bagian dari penambahan kuota haji 2017. Dengan adanya penambahan kuota itu, Bengkulu bisa memperpendek antrean calon haji yang sudah mengekor panjang.

 

Terkait

"Kami mendapatkan kabar bahwa Pemerintah Arab Saudi memberikan kuota tambahan sekitar 10 ribu jamaah untuk Indonesia. Semoga kami mendapatkan bagian," kata Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Bustasar, belum lama ini.

Menurut Bustasar, dengan kebagian kuota tambahan, diharapkan daftar tunggu haji Bengkulu akan semakin pendek. Saat ini daftar tunggu haji Bengkulu berkisar 10-15 tahun ke depan. "Untuk yang berumur 70 tahun ke atas sangat disayangkan jika daftar tunggu hajinya sepanjang itu," kata dia.

Kuota haji Provinsi Bengkulu 2017, lanjut dia berjumlah 1.614 orang dari 10 kabupaten dan kota di Bengkulu. Saat ini, kata dia, proses haji sudah mulai tahap administrasi haji, yakni untuk calon-calon jamaah yang direncanakan berangkat pada 2017 sesuai dengan daftar tunggu," kata dia lagi.

Pemberangkatan Provinsi Bengkulu juga masih menjadi embarkasi antara, sehingga tetap akan bergabung dengan embarkasi haji Sumatera Barat.

Provinsi Bengkulu terkendala infrastruktur bandara untuk menjadi embarkasi haji penuh. Sampai saat ini Bandara Fatawati belum memungkinkan untuk pesawat berbadan besar.

"Pemerintah daerah tentu punya semangat untuk menjadi embarkasi haji penuh, tetapi ada beberapa hal yang harus terus diperbaiki dan itu tidak bisa langsung jadi, tentunya harus diselesaikan bertahap," ujarnya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini