Komisi Haji Nigeria Usulkan Lisensi Pelayanan Haji

Rabu , 15 Feb 2017, 16:27 WIB Reporter :Qommarria Rostanti/ Redaktur : Agung Sasongko
Muslim Nigeria
Muslim Nigeria

IHRAM.CO.ID, ABUJA -- Komisi Haji Nasional Nigeria (NAHCON), menyarankan pemerintah untuk menegosiasikan urusan kesejahteraan para jamaah haji dengan Pemerintah Arab Saudi. Hal tersebut dapat dilakukan melalui kesepakatan pemberian lisensi bagi perusahaan pelayan akomodasi para jamaah.

 

Terkait

Ketua Eksekutif NAHCON Abdullahi Muhammad mengatakan tujuan pemberian lisensi yakni melidungi jamaah haji dan meningkatkan kinerja para perusahaan pemberi layanan haji. Lisensi akan membantu negara dan pemberi layanan mencapai profesionalisme dalam pengelolaan haji yang selanjutnya akan menjamin pelayanan lebih baik.

Menurut dia, hal itu merupakan tanggung jawab semua pemangku kepentingan haji untuk memastikan pengurangan 'pelarian modal' (pergerakan uang dari Nigeria ke negara-negara lain). "Salah satu strategi untuk mencapai tujuan itu adalah untuk memastikan negosiasi yang menguntungkan dengan penyedia layanan," ujarnya seperti dikutip dari Premium Times, Rabu (15/2).

"Kami akan membantu negara serta umat Islam agar dapat menegosiasikan kesepakatan akomodasi untuk tarif terendah sehingga biaya haji dapat ditekan semurah mungkin," kata dia. Muhammad menyebut NAHCON telah menunjukkan komitmennya dengan menurunkan biaya akomodasi haji di Madinah melalui negosiasi langsung dengan pemilik rumah dan tuan tanah.

Menanggapi hal tersebut Sekretaris Negara Dewan Kesejahteraan Jamaah Zikirrullah Hassan memuji NAHCON untuk inovasi tersebut. Dia meyakini hal tersebut akan mendatangkan manfaat, khususnya bagi jamaah haji Nigeria.

Hassan yang juga merupakan Ketua Dewan Kesejahteraan Jamaah Osun mengatakan lisensi tersebut merupaka  manifestasi tekad NAHCON mengurusi manajemen haji ke tingkat yang lebih tinggi. "Jujur, langkah NAHCON bermanfaat, itu adalah langkah maju untuk mewujudkan mandat kami," kataHassan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini