Himpuh Rekomendasikan Rp 23 Juta untuk Keberangkatan Umrah

Jumat , 28 Apr 2017, 00:01 WIB Reporter :Muhyiddin/ Redaktur : Dwi Murdaningsih
Para petugas menjelaskan tentang paket travel, umroh dan haji kepada pengunjung, di Dago Wisata Tour & Travel, di Kota Bandung, Rabu (19/4)
Para petugas menjelaskan tentang paket travel, umroh dan haji kepada pengunjung, di Dago Wisata Tour & Travel, di Kota Bandung, Rabu (19/4)

IHRAM.CO.ID, JAKARTA – Himpunan Penyelenggara Haji dan Umrah (Himpuh) merekomendasikan biaya Rp 23 juta untuk keberangkatan ibadah umrah ke tanah suci. Hal ini lantaran masih adanya kasus jamaah umrah yang gagal atau tertunda berangkat ke tanah suci.

 

Terkait

“Himpuh merekomendasikan kepada masyarakat sebagai harga acuan itu sekitar Rp 23 juta. Untuk sekarang ini Rp 23 juta cukup nyaman buat jamaahhnya dan cukup nyaman buat penyelenggaranya, dua-duanya dalam keadaan sehat,” ujar Wakil Ketua Umum Himpuh, Muharom Ahmad saat dihubungi Republika.co.id, Kamis (27/3).

Dengan harga kisaran tersebut, menurut dia, keberangkatan jamaah umroh akan lancar dan nyaman bagi pihak penyelenggaranya sendiri. Namun, jika calon jamaah umrah berangkat di bawah biaya Rp 23 juta maka tetap menjadi pilihan jamaah dengan segala resikonya.

“Kami hanya bisa merekomendasikan kalau memilih travel harganya yang Rp 23 juta ke atas. Kalau di bawah itu kami tidak rekomended. Bahwa jika tetap dipilih masyarakat ya itu pilihan masyarakat,” ucapnya.

Dia mengatakan, biasanya yang menjadi penyebab tertundanya keberangkatan jamaah umrah selama ini lantaran belum tersedianya visa dan tiket. Namun, menurut dia, kendala visa akhir-akhir ini sudah hampir tidak ada.

 “Kalau sekarang lebih banyak karena penyelenggara tidak siap dalam penyediaan tiket untuk memberangkatkan, visanya sudah keluar tapi tiketnya belum pasti,” katanya.

Muharom berharap kedepannya para calon jamaah umrah tidak terjerat lagi dalam iming-iming harga murah dan para penyelenggara tidak melakukan promo yang bisa berdampak negatif terhadap pelayanan jamaah. “Jangan kemudian dengan adanya harga murah promo, tapi kemudian punya efek negatif, persaingannya menjadi tidak bagus,” kata dia.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini