Saudi: Musim Umrah Ramadhan Bebas Penyakit Epidemik

Sabtu , 24 Jun 2017, 16:34 WIB Reporter :Lida Puspaningtyas/ Redaktur : Esthi Maharani
Sejumlah jamaah umrah asal Indonesia / Ilustrasi
Sejumlah jamaah umrah asal Indonesia / Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Lebih dari satu juta tes dilakukan terhadap jamaah umroh di Mekah selama bulan Ramadhan. Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengatakan tes beragam di segala ranah, Jumat (23/6).

 

Terkait

Menurut data, total 362.457 sampel diterima dan satu juta laporan klinis dikeluarkan. Dari data-data ini, kementerian menyimpulkan musim umroh Ramadhan kali ini bebas dari penyakit epidemik, baik di Mekah maupun Madinah.

Rencana preventif yang telah diterapkan dinilai berjalan dengan baik. Rencana dari Badan Kesehatan Masyarakat ini bertujuan mencegah penyebaran penyakit, melakukan pemantauan dan respons cepat terhadap potensi wabah epidemik.

Direktorat Jenderal Urusan Kesehatan Mekah selama ini telah mengerahkan sejumlah layanan kesehatan. Termasuk tujuh rumah sakit, seperti King Abdullah Medical City, Ajyad dan rumah sakit Al-Noor.

Menurut data pemerintah, jutaan jamaah umrah lokal maupun asing telah memadati Mekah untuk umroh selama Ramadhan. Dalam periode ini, layanan kesehatan Mekah merawat 50 ribu kasus darurat di tiga pekan pertama.

Lebih dari 5.000 pasien masuk rumah sakit, 27 ribu pasien dirawat di klinik dan lebih dari 600 bayi dilahirkan. Dalam periode yang sama, bank darah di Mekah menerima 6.498 kantong darah donor baik dari penduduk lokal maupun asing.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini