Rute Haji Saksi Interaksi Nilai Kemanusiaan dan Teknologi

Selasa , 18 Jul 2017, 14:56 WIB Redaktur : Agung Sasongko
Perjalanan kafilah rombongan jamaah haji meninggalkan kota Makkah menuju padang Arafah pada tahun 1935.
Perjalanan kafilah rombongan jamaah haji meninggalkan kota Makkah menuju padang Arafah pada tahun 1935.

IHRAM.CO.ID,  JAKARTA -- Berhaji ke Tanah Suci merupakan satu dari lima rukun Islam. Haji merupakan ritual keagamaan tertua di dunia. Bagi mereka yang melakukannya, haji merupakan sebuah perjalanan spiritual dan psikologis.

 

Ada perasaan yang bercam pur baur, antara bahagia dan sedih, pulang dan rindu, keluarga dan teman, menang dan derita, sambil berharap kasih sayang Allah SWT. Selama berabad-abad, jutaan Muslim dari daratan Arab berjalan dengan konvoi karavan menuju Makkah mengikuti jalur kuno yang ada. Rute haji tak hanya menjadi poros agama, tetapi ju ga komersial, mengingat besarnya jumlah manusia yang bergerak dengan arus pertukaran budaya yang besar.

Terkait

Rute haji menuju Makkah dari negara-ne gara sekitarnya menjadi poin penting per kembangan kebudayaan Islam di Arab Saudi. Pada rute ini terjadi pertukaran budaya dan dialog multidimensi, yaitu saat Muslim dari berbagai etnis dan kawasan bertemu.

Jalur perjalanan haji menunjukkan interaksi nilai kemanusiaan yang penting sejak era Dinasti Abbasiyah hingga Dinasti Turki Uts mani. Jalur itu membentang dari berbagai kawasan, seperti dari Afrika Utara, Andalusia, dan Mediterania.

Jalur perjalanan haji juga jadi saksi perkembangan teknologi yang ditunjuk kan para tamu Allah, mulai dari tenda sederha na, karavan, rupa-rupa karya seni, catatan per jalanan, hingga sketsa lanskap yang memu dah kan perjalanan jamaah haji berikutnya.

Penampung air, sumur, dan kanal-kanal di sepanjang rute haji juga menunjukkan perkem bangan arsitektur dan teknologi pengelolaan air yang penting. Lokasi-lokasi pemberhentian beserta fasilitas komersil penunjangnya seperti pasar menyajikan gambaran utuh tentang bu daya Arab di sepanjang jalur itu. Bukti-bukti dan peninggalan di jalur itu masih bisa dite mu kan saat ini.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini