Saran Kementerian Kesehatan Uni Emirat Arab pada Jamaah Haji

Selasa , 01 Aug 2017, 16:15 WIB Reporter :Lida Puspaningtyas/ Redaktur : Agus Yulianto
Vaksin meningitis/ilustrasi
Vaksin meningitis/ilustrasi

IHRAM.CO.ID, DUBAI -- Kementerian Kesehatan Uni Emirat Arab meluncurkan kampanye kesadaran vaksinasi bagi para jamaah hajinya, Senin (31/7). Kampanye tersebut memberikan beragam informasi terkait vaksinasi wajib dan anjuran.

 

Terkait

Saudi mewajibkan vaksin meningitis pada semua jamaah haji. Ini tertuang dalam persyaratan saat akan mengajukan syarat visa ke Kedutaan Besar Saudi. Sementara vaksin lainnya hanya bersifat anjuran.

Kementerian Kesehatan menggelar kampanye tersebut atas kerja sama dengan Abu Dhabi Health Authority (HAAD) dan Dubai Health Authority. Jamaah juga ditawarkan vaksin untuk flu musiman dan pneumococcal.

Ada sekitar 54 pusat kesehatan di Abu Dhabi dan Dubai yang bisa didatangi calon jamaah untuk mendapatkan vaksinasi gratis. Dilansir Gulf News, Asisten untuk pusat kesehatan dan klinik Kementerian, Dr Hussain Abdul Rahman Al Rand mengatakan, kampanye ini sesuai dengan tujuan pemerintah untuk meminimalisasi paparan penyakit selama haji.

Vaksinasi sangat penting sebagai tindak pencegahan. Direktur pencegahan medis Kementerian, Dr Nada Al Marzouqi menyarankan, jamaah untuk mendapatkan vaksin yang diperlukan pada 15 hari sebelum berangkat ke Saudi. "Rencana resmi kami sejalan dengan kebutuhan internasional, dan kami siap berhadapan dengan kasus-kasus penyakit menular, termasuk di antaranya MERS," kata Dr Nada T. Dalam hal ini, Uni Emirat Arab bekerja sama penuh dengan otoritas Saudi.

Jamaah tetap diminta waspada selama proses haji meski telah diperkuat dengan vaksin. Direktur Public Health Department, HAAD, Dr Omniyat Al Hajri mengatakan, seluruh jamaah harus menjaga kehigienisan, istirahat cukup dan minum banyak air.

Pemeriksaan terhadap kemungkinan penularan dilakukan penuh selama musim haji oleh otoritas terkait. Jamaah yang merasakan gejala penyakit diminta langsung mengunjungi pusat kesehatan terdekat agar penanganan bisa dilakukan segera.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini