7 Syawwal 1442

Kekompakan Jadi Kunci Jamaah tidak Tersesat

Kamis , 03 Aug 2017, 13:50 WIB Redaktur : Agus Yulianto
 Petugas haji dari Sektor Khusus, tengah mendata dan mengantar calon jamaah haji yang tersesat di Masjid Nabawi.  (Republika/Amin Madani)
Petugas haji dari Sektor Khusus, tengah mendata dan mengantar calon jamaah haji yang tersesat di Masjid Nabawi. (Republika/Amin Madani)

IHRAM.CO.ID, MADINAH -- Ketua Sektor 4 Daker Madinah Khalilurrahman mengatakan, pihaknya berupaya semaksimal mungkin meminimalisasi jamaah tersesat saat beribadah di Masjid Nabawi. Salah satunya, ketika bus jamaah tiba di hotel, maka petugas akan naik dan memberikan panduan selama mereka berada di Madinah.

"Kami sampaikan lokasi mereka saat ini ada di mana, nama hotelnya, jarak ke hotel ke Nabawi, masuk ke Masjid Nabawi lewat pintu mana, berangkat pulang harap perhatikan pintu yang dimasuki. Lalu jika tersesat berikan kartu hotel kepada petugas bila kesasar," katanya saat ditemui Wartawan Republik.co.id, Ani Nursalikah di Madinah, Selasa (1/8).

Dia meminta, jamaah tidak sungkan meminta bantuan kepada petugas haji berseragam. Dikatakan Khalilurrahman, untuk menghindari jamaah tersesat di Masjid Nabawi atau di mana pun, maka hendaknya jamaah pergi berkelompok dan jangan sendirian.

"Kami mengistilahkan penguatan regu. Ketua regu harus memantau pergerakan jamaahnya di mana pun berada," katanya.

Namun yang sering terjadi di lapangan adalah jamaah berpisah karena ada yang ke Raudhah dan ke Makam Baqi. Banyak juga anggota rombongan terpisah saat ada yang ke toilet.

"Mereka masuk bersamaan, tapi keluar sendiri-sendiri. Kami ingatkan harus bersama-sama, kalau ke toilet harus saling tunggu. Kalau regu kuat. maka yang jamaah sepuh tidak akan tertinggal," ujarnya.

Di Sektor 4 ada sebanyak 34 hotel yang disediakan pemerintah dan 11 unit di antaranya sudah terisi sejumlah 2.775 jamaah pada hari ke empat. Dia menambahkan, khusus di Madinah jamaah haji Indonesia tinggal bersama jamaah dari negara lain.

 

widget->kurs();?>