Embarkasi Jakarta Sudah Berangkatkan 70 Persen Jamaah Haji

Ahad , 20 Aug 2017, 19:47 WIB Reporter :Muhyiddin/ Redaktur : Hazliansyah
 Petugas kesehatan memasang gelang kepada jamaah calon haji Kloter 25 di Embarkasi DKI Jakarta, Pondok Gede, Jakarta, Selasa (8/8)
Petugas kesehatan memasang gelang kepada jamaah calon haji Kloter 25 di Embarkasi DKI Jakarta, Pondok Gede, Jakarta, Selasa (8/8)

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Pondok Gede Jakarta hingga saat ini masih melakukan pemberangkatan jamaah haji, baik jamaah dari Jakarta, dari Banten, maupun jamaah dari Lampung.

 

Terkait

Kepala Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) embarkasi Jakarta, Maarsakil Daulay mengatakan, jamaah haji yang sudah diberangkatkan Embarkasi Jakarta sudah berjumlah 17.000 jamaah dari total 24.800 jamaah.

"Jadi kita sudah berangkatkan sampai tadi kloter 48 sudah ada 70 persen yang berangkat ke tanah suci. Terakhir ini yang baru diberangkatkan kloter 48," ujarnya saat dihubugi Republika.co.id, Ahad (20/8).

Menurut dia, pihaknya masih akan memberangkatkan 16 kloter lagi. Rata-rata per kloternya berjumlah 300-400 calon jamaah. Ia bersyukur sampai saat ini belum ada kendala yang berarti dalam proses pemberangkatan jamaah dari Asrama Haji Pondok Gede.

"Sampai sekarang Alhamdulillah tidak ada kendala yang berarti," ucapnya.

Hanya saja, ia mengingatkan calon jamaah harus memperhatikan kembali imbauan yang telah disampaikan PPIH Embarkasi Jakarta, yaitu jamaah harus mandi ihram dan mengenakan kain ihram mulai dari Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.

Menurut dia, jamaah masih ada yang belum melaksanakan imbauan tersebut, Khususnya imbauan untuk mengenakan kain ihram. Pasalnya, jamaah berkeyakinan lebih baik mengenakan kain ihram saat berada di Jeddah.

"Kita imbau di sini tapi ada yang tidak mematuhinya, tapi tidak banyak. Mungkin karena agak riuh dan kekhawatiran terkena najis juga. Selama ini kan jamaah mandinya di Jeddah sana. Tapi untuk menghindari crowded di sana, kita imbau mandi di sini," kata Daulay.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini