KKHI Siagakan Tim Gerak Cepat di Armina

Ahad , 27 Aug 2017, 05:57 WIB Redaktur : Agus Yulianto
Petugas kesehatan membawa jamaah sakit ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (Ilustrasi)
Petugas kesehatan membawa jamaah sakit ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (Ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, MAKKAH -- Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daker Makkah menyiagakan Tim Gerak Cepat (TGC) untuk menangani kesehatan jamaah haji Indonesia selama berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina).  Tim ini berjumlah 91 orang yang terdiri dari dokter dan perawat.

 

Terkait

Menurut Koordinator TGC KKHI Daker Makkah Jerry Nasaruddin, TGC terbagi dua tim besar, yaitu: tim pertama akan berada di enam pos di Arafah, sedang tim kedua berada di Mina.  Tim Mina juga akan terbagi dua yaitu tim mobile dan tim tetap. Tim mobile akan berjalan sepanjang jamarat di dua jalur utama pelemparan jumrah, yaitu di pos Mina Jadid dan Maktab 29. Tiap pos tersebut akan dibekali dengan peralatan medis untuk pertolongan pertama seperti infus. 

“Jadi dua rute tadi diharapkan ada penjaga untuk meminimalisasi terjadinya gangguan kesehatan jamaah,” kata dia di Makkah, Jumat (25/6).

Dia menjelaskan, KKHI terus mengedukasi jamaah haji Indonesia menjelang persiapan puncak haji Armina. Bekerja sama dengan tim preventif promotif (TPP) yang berada di masing-masing sektor, sosialisasi, dan edukasi kesehatan selama Armina diupayakan.

Jamaah diedukasi bagaimana menghindari potensi heatstroke dengan memaksimalkan payung, topi, kacamata, masker, dan rajin meminum air putih. “Minimal 200 cc tiap satu jam tanpa menunggu rasa haus,” kata dia.

Penanggung jawab Safari Wukuf KKHI Daker Makkah, Andi Poernama Timoer mengatakan hingga saat ini, KKHI masih mendata  berapa jamaah haji yang akan disafariwukufkan dan dibadalhajikan. “Jumlahnya masih fluktuatif belum bisa dipastikan,” kata dia.

Andi mengatakan, penetapan safari wukuf dari kloter dilaksanankan pada 29 Agustus. Sedangkan safari wukuf bagi jamaah yang berada di KKHI dan Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) penetapannya adalah 30–31 Agustus hingga menit terakhir.

Mereka yang disafariwukufkan adalah jamaah dengan kategori penyakit sedang. Bagi jamaah yang memiiki penyakit berat akan dibadalhajikan. Terkait dengan kriteria jamaah haji yang akan disafariwukufkan antara lain misalnya adalah jamaah mengalami patah tulang. “Ada beberapa amaah lansia yang pernah jatuh dan patah tulangnya,” kata dia.

sumber : kemenag.go.id
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini