Warga Pakistan Protes Kebijakan Baru Kepengursan Visa Umrah

Jumat , 03 Nov 2017, 07:32 WIB Redaktur : Muhammad Subarkah
Asosiasi Agen Perjalanan Pakistan (TAAP) menggelar demonstrasi di luar Lahore Press Club pada hari Senin (30/10).
Asosiasi Agen Perjalanan Pakistan (TAAP) menggelar demonstrasi di luar Lahore Press Club pada hari Senin (30/10).

IHRAM.CO.ID, LAHORE -- Asosiasi Agen Perjalanan Pakistan (TAAP) menggelar demonstrasi di luar Lahore Press Club pada hari Senin (30/10). Mereka memprotes  kebijakan umrah dari pemerintah Saudi dan Pakistan.

 

Seperti dikutip harian di Pakistan, The Nation, beberapa agen denga membawa anggota osiasinya turut  serta dalam demonstrasi tersebut, Mereka menuntut agar pemerintah Arab Saudi membuat proses umrah lancar dan murah untuk para peziarah.

Terkait

Mereka menolak  biaya pengurusan visa sebesar 60,000 Real Saudi yang dikenakan oleh pemerintah Saudi dan dana penambahan yan dipungut kantor Etimad di mana setiap peziarah umrah  harus mengambil sidik jari dan mengenakan biaya 600  Real Saudi sampai 700 Real Saudi untuk tujuan itu.

Semua peziarah umrah dari Pakistan akan diambil sidik jari sebelum melanjutkan perjalanan ke tanah suci. Langkah tersebut dipandang  oleh para anggota TAAP dengan sikap cemas. Dan para asosiasi pun telah memberikan sikap untuk memberhentikan keputusan tersebut. Mereka mengatakan bahwa keputusan tersebut tidak hanya akan melipatgandakan kesengsaraan para peziarah tetapi juga memasukkan data pribadi dan data nasional peziarah yang dipertaruhkan.

Seorang petugas dari kantor TAAP meminta rekan-rekannya untuk berhenti mencari visa untuk Umrah selama satu bulan. Jeda waktu selama kirinya cukup untuk mendeak  pemerintah Saudi untuk membatalkan keputusannya.

Seorang pejabat  senior dari TAAP mengatakan bahwa pemerintah Arab Saudi juga telah berusaha menerapkan kondisi semacam itu pada peziarah beberapa tahun yang lalu. Namun gagal dilakukan karea ditentang oleh prara anggota TAAP.

Dia mengatakan bahwa Etimad adalah perusahaan yang berbasis di Dubai dan salah satu direkturnya adalah seorang nasional India. Adanya kenyataan ini maka  Pakistan tidak dapat berbagi data warganya dengan perusahaan semacam itu. Malahan, lanjutnya, di masa lalu setelah protes mereka, keputusan tersebut ditangguhkan oleh pihak berwenang namun sekarang setelah dua tahun dilaksanakan lagi.

Terkait kasus ini, Kedutaan Besar Arab Saudi di Islamabad memang  telah mengeluarkan sebuah surat yang ditujukan ke agen perjalanan Kementerian Agama dan Haji dan Umrah Pakaista.  Menurut surat tersebut, Kementerian Luar Negeri di Riyadh telah memerintahkan pengaktifan Registrasi Biometrik untuk semua visa, termasuk untuk haji dan umrah. Untuk tujuan ini, perusahaan "VFS / global" telah ditugaskan untuk bekerja di samping agen perjalanan haji dan umrah.

"Kami harap Anda mematuhi arahan baru dan menerapkan pendaftaran biometrik untuk aplikasi visa Haji dan Umrah. Kedutaan Besar Arab Saudi ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk memperbarui kepastian kantor Etimad dengan pertimbangan tertinggi, " begitu kutipan isi surat Kedubeas Besar Arab Saudi di Islamad kepada TAAF.

Perlu dijelaskan di sini bahwa Etimad Pakistan nantinya akan menangani pemrosesan aplikasi visa untuk Kerajaan Arab Saudi (KSA). Setiap orang yang memerlukan visa untuk masuk KSA dari Pakistan (baik untuk haji, umrah, bisnis, pekerjaan atau tujuan lain) harus datang ke Pusat Pelayanan Visa Etimad (VSC) di Karachi, Lahore, Islamabad, Peshawar dan Quetta. Di kantor itu mereka wajib  membuat dan memberikan data-data biometriknya, yang sekarang data ini menjadi bagian wajib dari aplikasi visa mereka.

Saat ini, ada enam pusat di Pakistan: yakni dua di Karachi dan satu di Lahore, Islamabad, Peshawar dan Quetta. Pusat-pusat pengurusan data visa secara kolektif ini akan memproses sekitar 1,2 juta aplikasi visa per tahun. Statistik TAAP menunjukkan bahwa tahun lalu 1,5 juta peziarah mengunjungi Arab Saudi untuk melakukan umrah sementara 185.000 melakukan haji.

Seorang peserta demornstasi saat itu juga  mengatakan bahwa Pakistan adalah negara salah satu negara yang mengirimkan jamaah umrah terbanyak di dunia.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

 

 

BERITA TERKAIT