Pemerintah Diminta Perhatikan Tingginya Kematian Jamaah

Selasa , 05 Dec 2017, 10:42 WIB Reporter :Ali Mansur/ Redaktur : Agus Yulianto
Noor Achmad.
Noor Achmad.

IHRAM.CO.ID,JAKARTA -- Pemerintah diminta memperhatikan dengan serius meningkatnya jumlah jamaah haji Indonesia yang wafat di Tanah Suci. Pasalnya, tahun ini jamaah haji yang wafat mencapai 558 orang. Dari 558 yang wafat, 533 dari haji regular dan 25 dari haji khusus.

 

Wakil Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Noor Achmad juga berharap, layanan kesehatan, asuransi, dan kerja sama dengan otoritas kesehatan di Arab Saudi perlu ditingkatkan kembali. Namun secara umum, Noor menilai, pelaksanaan haji tahun ini cukup baik dengan tingkat kepuasan jamaah mencapai 85 persen.

Terkait

"Soal banyaknya jamaah yang meninggal, ini apakah pelayanan kesehatan yang perlu ditingkatkan atau petugas kesehatannya yang perlu ditambah. Itu yang harus diperhatikan," kata Politikus Partai Golkar, Selasa (5/11).

Hanya saja angka jamaah yang wafat lagi-lagi mengundang perhatian dan pertanyaan Komisi VIII. Peningkatan angka yang wafat memang dibarengi dengan jumlah kuota yang juga meningkat. Tahun 2016, jumlah jamaah yang wafat di bawah 400 orang. "Itu jumlah yang cukup besar yang tidak boleh kita abaikan. Ini harus kita tekan betul supaya jangan sampai banyak yang meninggal," ujar Noor lagi.

Untuk itu, Noor menekankan, mungkin tahun depan selain layanan kesehatannya, maka jumlah tenaga medis perlu ditambah untuk meningkatkan layanan kesehatan yang lebih baik. Ini juga bisa menekan umlah jamaah yang wafat.

Sebelumnya, Komisi VIII DPR RI, menyelenggarakan rapat kerja dengan tiga kementerian, yaitu Kemenag, Kemenkes, dan Kemenhub di DPR RI. Rapat dengan tiga kementerian untuk mengevaluasi pelaksanaan haji tahun 2017. Hadir dalam rapat kerja tersebut Menteri Agama Lukman Saifuddin. Sementara Kemenkes dan Kemenhub diwakili pejabat eselon satu. Rapat sendiri dipimpin Ketua Komisi VIII DPR RI, Ali Taher Parasong.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini