10 Ribu Warga Purwakarta Tercatat Sebagai Calon Jamaah Haji

Senin , 29 Jan 2018, 18:58 WIB Reporter :Ita Nina Winarsih/ Redaktur : Agus Yulianto
Sejumlah warga mengikuti kegiatan manasik haji di Asrama Haji Pondok gede, Jakarta, Kamis (4/1).
Sejumlah warga mengikuti kegiatan manasik haji di Asrama Haji Pondok gede, Jakarta, Kamis (4/1).

IHRAM.CO.ID, PURWAKARTA -- Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta mencatat lebih dari 10 ribu warga wilayah ini terdaftar sebagai calon jamaah haji. Adapun daftar tunggu haji di wilayah ini, sampai 13 tahun ke depan. Dengan begitu, minat masyarakat Purwakarta untuk berhaji, masih cukup tinggi.

 

Terkait

Kasi Urusan Haji dan Umrah Kementerian Agama Kabupaten Purwakarta Hasbialloh mengatakan, setiap harinya ada 15 warga yang mendaftarkan diri berhaji. Sehingga, jumlah perdaftarnya terakumulasi lebih dari 10 ribu warga.

photo

Biaya Umrah/Haji naik

"Minatnya warga berhaji sangat bagus, masih cukup tinggi. Makanya, daftar tunggunya masih panjang sampai 13 tahun ke depan atau sampai 2030," ujarnya, kepada Republika.co.id, Senin (29/1).

Menurut Hasbialloh, saat ini, Purwakarta mendapatkan kuota haji mencapai 758. Kuota ini, mengalami penambahan seiring dengan normalnya kuota yang diberikan pemerintahan Arab Saudi.

Pada tahun ini, tidak ada perubahan aturan mengenai haji. Termasuk mengenai pembiayaan. Masing-masing pendaftar, cukup menyerahkan uang sebesar Rp 25 juta ke bank terkait, maka warga tersebut suda mengantungi nomor kursi. "Kalau besaran biaya, biasanya disesuaikan dengan nilai kurs dolar AS," ujar Hasbialloh.

Reza Sunarya (57 tahun), warga Perum Panorama Indah, Kelurahan Cisereuh, Kecamatan Purwakarta, mengatakan, dirinya sangat ingin berhaji. Akan tetapi, daftar tunggunya mengular. Mudah-mudahan ke depan, kuota haji bisa ditambah. Supaya, daftar tunggu tidak panjang seperti saat ini sampai 13 tahun.

"Insya Allah, niat untuk berhaji sudah ada. Tinggal menunggu rezeki untuk pendaftaran tahap awalnya. Mudah-mudahan, kedepan daftar tunggunya menjadi lebih singkat," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini