Aplikasi Cicilan Biaya Umrah, Amankah?

Senin , 05 Feb 2018, 20:45 WIB Reporter :Lida Puspaningtyas/ Redaktur : Agus Yulianto
Jamaah melaksanakan ibadah tawaf di Masjidil Haram (Ilustrasi)
Jamaah melaksanakan ibadah tawaf di Masjidil Haram (Ilustrasi)

IHRAM.CO.ID,  Maraknya penipuan paket-paket umrah sedang menjadi perhatian besar. Masyarakat diminta lebih hati-hati dalam memilih biro perjalanan dengan berbagai kiat dan tips.

 

Terkait

Tak hanya biaya yang rasional dan izin operasional, sistem pemberangkatan pun harus terus menjadi pertimbangan. Dana yang dikeluarkan untuk umrah tidak bisa dibilang sedikit bagi sebagian orang. Banyak yang harus mencicil sedikit demi sedikit agar bisa mengumpulkan biaya.

 

Pada 2016 lalu, muncul sebuah aplikasi yang menawarkan sistem cicilan untuk bisa membeli paket umrah, MudahUmrah APP (MU). Aplikasi ini dimiliki oleh Edy Sunandar sebagai CEO. "Aplikasi ini sebenarnya membantu memudahkan seseorang untuk bisa berangkat umrah," kata dia pada Republika.co.id, Senin (5/2).

Aplikasi menyediakan sistem untuk mencicil biaya umrah yang dipatok Rp 30 juta. Pengguna aplikasi tidak harus mencicil semua biaya karena MU menawarkan potongan cicilan jika mengajak orang lain menggunakan aplikasi.

Menurut informasi di aplikasi, pengguna bisa mendapat potongan sebesar Rp 9.000 per orang yang berhasil diajak menggunakan MU. Edy menegaskan, aplikasi ini tidak berbasis MLM.

Menurutnya, tidak ada biaya keanggotaan dan komisi berjengjang pada Mudah Umrah. "Sistemnya menggunakan fee marketing saja, jika bisa mengajak orang lain menggunakan aplikasi," kata dia.

Fee marketing hanya bisa diperoleh dari orang yang langsung diajak. Jika downline pertama ini mengajak orang lain, maka pengguna pertama tidak akan mendapat fee marketing.

 

Menurut Edy inilah yang membedakan dengan sistem MLM.  Pada Republika.co.id, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag, Arfi Hatim menegaskan bahwa pembiayaan umrah dengan sistem MLM tidak diperbolehkan.

Keamanan dana

Edy menyampaikan cicilan MU bersifat fleksibel karena bisa berapa saja per bulannya. Saat ini, tim sedang mengubah sistem agar pengguna bisa mencicil tak harus ratusan ribu melainkan bisa minimal Rp 10 ribu.

Perubahan sistem tersebut kemungkinan memakan waktu hingga satu hingga tiga bulan. Edy juga menjamin keamanan dana karena uang calon jamaah masuk ke rekening bersama payment gateway.

"Jadi kami pasti tidak bisa leluasa mengakses dana tersebut," kata Edy. Saat ini, MU baru bekerja sama dengan iPaymu.

Uang cicilan calon jamaah ini masuk ke rekening bersama melalui virtual account masing-masing pengguna. Semua dana yang dicicil dan fee marketing langsung tertera dalam akun calon jamaah di aplikasi.

Lebih lanjut, Edy ingin menggaet lebih banyak payment gateway seperti salah satunya GoPay. Menurutnya, GoPay sangat fleksibel dan mudah digunakan. Pemilihan payment gateway pun berdasarkan pada keamanan.

Edy mengatakan selama ini uang jamaah umrah pada umumnya masuk langsung ke kantong penyelenggara umrah. Sementara MU lebih memilih bekerja sama dengan pihak non perbankan, namun sudah diregulasi langsung oleh OJK dan Bank Indonesia.

Ia mengklaim, sistem seperti ini lebih aman dari penipuan. Dana fee marketing pun, tambahnya diperoleh dari keuntungan hasil kerjasama dengan pihak biro perjalanan yang nantinya memberangkatkan jamaah.

"Saat ini operasional kami masih berasal dari angel investor, untuk perputaran dana nanti kami dapat setelah jamaah berangkat," kata Edy. Setelah jamaah melunasi cicilan, MU mendapat keuntungan dari hasil kerja sama dengan penyelenggara perjalanan umrah.

Edy mengatakan, aplikasi ini sudah soft launching sejak 2016 dan masih terus melakukan pengembangan. Menurut penelusuran Republika.co.id, hingga kini sudah ada sekitar 2.881 orang yang terdaftar di aplikasi.

Bekerja sama dengan biro perjalanan

MU tidak memberangkatkan calon jamaahnya sendiri melainkan bekerja sama dengan biro perjalanan umrah. Edy menegaskan, aplikasi ini hanya membantu penyediaan dana untuk berangkat.

Hingga saat ini, MU baru bekerja sama dengan satu biro perjalanan, yakni SAW Travel Umrahajj. Direktur SAW Travel Umrahajj, Muhammad Juwanlucky mengatakan, kerja sama dengan MU sudah berlangsung sekitar satu tahun.

"Kerja samanya MU membeli paket umrah saja di kami. Kami yang memberangkatkan," kata dia pada Republika.co.id. Hingga kini, kerja sama berjalan lancar, baik untuk pembayaran maupun penyiapan dokumen-dokumen calon jamaah.

Tidak pernah ada masalah tertunda keberangkatan. MU selalu membeli paket dengan pembayaran penuh. Keberangkatan jamaah tentatif tidak ada patokan jumlah. "Sudah sekitar tiga kali keberangkatan, antara 20-30 orang per keberangkatan," kata dia.

Edy menyampaikan, ke depannya ia ingin bekerja sama dengan lebih banyak biro perjalanan. Agar calon jamaah bisa memilih biro mana yang akan membawanya ke tanah suci.

Namun, saat ini, MU masih fokus pada kerja sama dengan satu pihak untuk mempermudah kendali dulu. "Saya ingin perbagus dulu aplikasinya baru nanti kita tawarkan ke banyak pihak, termasuk payment gateway yang lain," kata Edy.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

 

 

BERITA TERKAIT