Tak Ada Biaya Umrah untuk Ekspatriat yang Tinggal di Saudi

Senin , 05 Mar 2018, 16:55 WIB Reporter :Kiki Sakinah/ Redaktur : Agus Yulianto
Pekerja konstruksi ekspatriat di Saudi Arabia.
Pekerja konstruksi ekspatriat di Saudi Arabia.

IHRAM.CO.ID, RIYADH -- Arab Saudi telah membantah laporan, bahwa mereka akan mengenakan biaya bagi ekspatriat (pekerja asing) yang tinggal di Kerajaan Saudi yang hendak melaksanakan ibadah umrah. Menurut laporan yang beredar di media sosial pada akhir pekan lalu, ekspatriat dikatakan harus membayar biaya di kantor khusus yang akan didirikan di semua pintu masuk ke Makkah di mana ritual keagamaan dilakukan.

 

 

Terkait

Pintu masuk tersebut termasuk Bandara King Abdul Aziz di kota Laut Merah Jeddah, stasiun kereta api di Jeddah, bandara regional Taif, bandara Mohammad Bin Abdul Aziz di Madinah dan stasiun kereta api di Madinah.

Laporan tersebut mengatakan, bahwa hanya orang asing yang tinggal di Makkah yang akan dibebaskan untuk membayar biaya Umrah. Namun demikian, Abdul Aziz Wazzan, sekretaris kementerian haji dan umrah mengatakan,  laporan tersebut tidak benar dan tidak memiliki kredibilitas.

"Ini hanya tuduhan yang disebarkan dan tidak ada rencana untuk mengenakan biaya. Tidak ada penelitian yang dilakukan mengenai masalah ini," kata Abdul Aziz, dilansir dari Gulf News, Senin (5/3).

Kendati demikian, Abdul Aziz tidak mencurigai siapa pihak yang menyebarkan tuduhan tersebut. Karena, menurutnya, semua hal bisa terjadi di dunia maya dan media sosial. Ia mengatakan, pihaknya akan selalu merespons dengan menolak laporan jika itu tidak benar atau dengan mengonfirmasikannya jika memang demikian.

Pada Agustus 2017 lalu, Arab Saudi mengenakan biaya sebesar dua ribu riyal untuk orang asing yang pergi ke Arab Saudi untuk melaksanakan ibadah umrah atau haji. Namun, biaya tersebut tidak dikenakan bagi mereka yang melaksanakan ibadah haji atau umrah yang melakukannya untuk pertama kalinya.

Warga atau pekerja asing di Saudi menciptakan lebih dari sepertiga dari total populasi Arab Saudi yang berjumlah 32,5 juta orang. Otoritas Umum Statistik Saudi menyatakan, sebanyak 10,7 juta tenaga kerja ekspatriat berkontribusi sebesar 33,75 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) negara tersebut.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini