Warga Jeddah Keluhkan Meningkatnya Kejahatan di Aziziyah

Kamis , 03 May 2018, 05:01 WIB Redaktur : Muhammad Subarkah
Sebuah lorong jalan di distrik Aziziyah, Jeddah
Sebuah lorong jalan di distrik Aziziyah, Jeddah

IHRAM.CO.ID, JEDDAH - Distrik Aziziyah dengan segala kesibukannya  adalah rumah bagi ribuan keluarga pekerja dari luar Saudi Arabia, terutama orang Pakistan dan India. Di sana ditemukan banyak pekerja ilegal, yang melanggar peraturan ketenagakerjaan dan tempat tinggal. Mereka  menggunakan rumah tua dan ditinggalkan di Aziziyah sebagai tempat persembunyian mereka dari berbagai kegiatan ilegal.

 

Seperti dilansir Okaz / Saudi Gazette, Mamoun Nabhan, seorang warga Suriah, mengeluh tentang kebersihan yang buruk di distrik itu, meskipun kotamadya telah mengontrak perusahaan pembersih.

Terkait

"Beberapa asing membuang limbah mereka di tempat sampah yang ditinggalkannya. Alih-alih menempatkannya ke dalam kotak sampah, mereka malah menjadikan tempat itu senagai wahana berkembang biak bagi tikus dan nyamuk," katanya.

Abdul Aziz Abdulkareem, seorang warga Saudi, bercerita tentang banyalnya kehadiran banyak pekerja asing asal Somalia, Sudan, dan Ethiopia. "Beberapa dari orang-orang ini menyerang orang-orang pada waktu larut malam dan mengambil uang dan barang-barang berharga dari korban-korban kejahatan mereka," katanya.

Dia mengatakan pencuri memanfaatkan ketidakhadiran patroli keamanan untuk melakukan berbagai kejahatan. "Mereka lari ketika mereka melihat kendaraan polisi yang mendekat," kata Abdulkareem.

Syed Ahmed, seorang warga Saudi lannya, mengatakan banyak pekerja asing tinggal di distrik itu bersama keluarga mereka. Mereka memilih tempat itu karena apartemen di sana bisa disewa dengan harga yang relatif lebih rendah.

Sekelompok bujangan tinggal lazimnya tingga bersama di rumah yang tersedia dengan  menyewa SR1,400, dengan masing-masing membayar SR140.

Banyak orang Saudi, yang merasa tidak aman, telah pindah ke distrik lain yang aman. Beberapa pekerja asing telah mengubah banyak rumah yang ditinggalkannya itu  menjadi tempat persembunyian untuk kegiatan kriminal.

Fahd Al-Zahrani mengatakan banyak pekerja asing berkeliaran di jalanan pada larut malam. "Distrik telah menjadi terkenal karena kejahatan dan kegiatan ilegal," katanya.

Abdullah Al-Barakati mengatakan beberapa pemuda telah mengubah koridor sempit di sana sebagai tempat untuk beristirahat dan mengobrol hingga larut malam.

Faisal Al-Hejari sakah satu warga Saudi mengtakan sudah berencana untuk keluar dari Aziziyah. Ini karena meningkatnya kejahatan dan kegiatan ilegal yang dilakukan para pekerja asing. "Tetapi situasi ekonomi saya tidak memungkinkan saya untuk pergi."

Senada dengan itum warga Saudi lainnya, Abdul Rahman Al-Ghamdi, mengatakan distrik itu memang tidak memiliki banyak layanan penting. "Pekerja ilegal telah menjadikan distrik tempat persembunyian untuk operasi mereka. Banyak penyusup telah menetap di distrik sebagai cara untuk memanfaatkan tidak adanya jangkauan pengawasan pengamanan."

Bahkan, katamnya, sejumlah orang gila berkeliaran di jalan-jalan Aziziyah dan dapat  mengancam keamanan dan keselamatan publik, terutama keselamatan wanita dan anak-anak. Beberapa pekerja asing ilegal yang tinggal di distrik Aziziyah itu terlibat dalam perdagangan narkoba yang menargetkan pemuda Saudi dan orang asing lainnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini