Himpuh Berangkatkan 58 Persen Haji Khusus Indonesia

Ahad , 29 Jul 2018, 17:20 WIB Reporter :Fuji Eka Permana/ Redaktur : Agus Yulianto
Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus dari Dirjen PHU Kemenag RI, M Arfi Hatim dan Ketua Umum Himpuh, Baluki Ahmad saat pelepasan perdana jamaah haji khusus anggota Himpuh di Bandara Soekarno Hatta, Ahad (29/7).
Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus dari Dirjen PHU Kemenag RI, M Arfi Hatim dan Ketua Umum Himpuh, Baluki Ahmad saat pelepasan perdana jamaah haji khusus anggota Himpuh di Bandara Soekarno Hatta, Ahad (29/7).

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Jamaah Calon haji (Calhaj) Indonesia tahun ini jumlahnya sebanyak 221 ribu orang. Jumlah itu, di antaranya sebanyak 204 ribu jamaah haji reguler dan 17 ribu jamaah haji khusus. Tahun ini Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) memberangkatkan 58 persen jamaah haji khusus.

 

"Tahun ini jamaah haji khusus anggota Himpuh sebanyak 9.765 orang atau 58 persen dari seluruh haji khusus," kata Ketua Umum Himpuh, Baluki Ahmad usai pelepasan perdana jamaah haji khusus anggota Himpuh di Bandara Soekarno Hatta, Ahad (29/7). 

Terkait

Baluki mengatakan, jamaah haji khusus yang berangkat ke Tanah Suci melalui Himpuh sudah terproses eHajj (sistem haji elektronik) 95 persen. Sebanyak 60 persennya sudah tervisa. Sebanyak 9.765 jamaah haji khusus diberangkatkan oleh 90 Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Semua PIHK menempatkan jamaah haji khusus di enam Maktab di Majr Kabs. Yakni daerah yang dekat dengan Jamarat. 

Dia menerangkan, Himpuh memberangkatkan haji khusus dalam 19 kelompok terbang (kloter), dimulai pada Ahad 29 Juli - 17 Agustus 2018. Pelayanan Himpuh kepada anggota dimulai sejak pengurusan eHajj di Muasasah. Himpuh bekerja sama dengan perusahaan transportasi terkemuka di Makkah dan menggunakan 150 bis.

"(Himpuh) menfasilitasi ketersediaan stiker Maktab 111 sampai 116 sejak di Jakarta, monitoring keberangkatan, membentuk tim penjemputan di Terminal Haji Jeddah hingga mengoptimalkan tim internal enam orang dari unsur pengurus dalam pengawasan dan pengendalian selama pelaksanaan haji di Arab Saudi," ujarnya. 

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus dari Dirjen PHU Kementerian Agama RI, M Arfi Hatim menyampaikan, keberangkatan haji khusus dimulai pada 28 Juni - 17 Agustus 2018. Berharap pemberang haji khusus ke Arab Saudi berjalan lancar. Semoga jamaah haji khusus bisa menjalankan proses ibadah haji dengan lancar. Saat kembali ke tanah air membawa predikat haji mabrur. 

M Arfi juga menyampaikan, proses keimigrasian untuk jamaah haji khusus masih dilakukan di Arab Saudi. Kementerian Agama RI berharap proses keimigrasian jamaah haji khusus bisa dilakukan di Indonesia mulai tahun depan. "Sehingga jamaah ketika sampai di Bandara Madinah dan Jeddah tidak terlalu antre untuk," ujarnya.