Jamaah Mulai Tertib Berihram

Rabu , 01 Aug 2018, 11:58 WIB Redaktur : Andi Nur Aminah
Petugas membantu jamaah haji Indonesia mengenakan pakaian ihram di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Senin (30/7).
Petugas membantu jamaah haji Indonesia mengenakan pakaian ihram di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Senin (30/7).

Laporan Wartawan Republika.co.id, Fitriyan Zamzami dari Jeddah, Arab Saudi,

 

IHRAM.CO.ID, JEDDAH -- Anjuran berpakaian ihram dari Tanah Air mulai dipatuhi jamaah yang datang dalam gelombang kedua melalui Bandara King Abdulaziz, Jeddah, Rabu (1/8). Hal ini memicu lancarnya pergerakan jamaah dari Bandara KAIA Jeddah ke Makkah sepanjang kedatangan hingga pagi ini.

Terkait

Rombongan Kloter 46 Embarkasi Jakarta-Bekasi asal Indramayu, misalnya, ada 405 jamaah nampak sudah berpakaian ihram saat keluar dari pintu kedatangan di KAIA Jeddah. Melalui jalur cepat alias fast track, mereka langsung diarahkan ke bus secara bertahap menuju Makkah.

Petugas PPIH Arab Saudi sempat meminta waktu bagi jamaah untuk melaksanakan shalat sunnah ihram di bandara, namun tak diizinkan petugas setempat. Para jamaah kemudian diimbau bertayamum dan melaksanakan shalat dalam bus sebelum berniat ihram.

Jamaah Kloter 47 Embarkasi Solo asal Sukoharjo sebanyak 350 bersama lima petugas kloter juga tiba dengan berpakaian ihram. Mereka langsung diberangkatkan bertahap dari Gate B KAIA Jeddah menuju Makkah.

Pada rombongan Kloter 48 Embarkasi Jakarta-Bekasi, hampir semua jamaah sudah berpakaian ihram. Hanya seorang jamaah pria belum mengenakan pakaian ihram karena tertinggal dalam hotel. Ia kemudian diberi kain ihram cadangan yang disiapkan petugas kemudian ikut diberangkatkan ke Makkah.

Tahun ini, pihak Arab Saudi memang tengah menginisiasi percepatan proses kedatangan haji. Sebab itu, jamaah Indonesia tak lagi memiliki keleluasaan waktu seperti tahun-tahun sebelumnya untuk berpakaian ihram di Bandara KAIA Jeddah. “Sebab itu, sekali lagi kami imbau untuk mengenakan pakaian ihram dari Tanah Air,” kata Kepala Daker Bandara PPIH Arab Saudi Arsyad Hidayat di Jeddah.

Ia menyatakan sedianya imbauan itu sudah disampaikan ke embarkasi-embarkasi di Tanah Air. Kendati demikian, pada awal-awal kedatangan gelombang kedua ini ada saja jamaah yang berpakaian ihram. Bahkan sempat terjadi seluruh jamaah pria dalam satu kloter belum berpakaian ihram.

Terkait hal tersebut, Arsyad meminta para petugas di bandara mendata tingkat pemakaian ihram dari Tanah Air pada masing-masing kloter. Catatan itu nantinya akan dijadikan evaluasi bagi embarkasi terkait.

Arsyad menekankan, tak ada alasan fiqh bahwa berpakaian ihram harus dilakukan dilakukan di Bandara KAIA Jeddah. Yang harus dilakukan di bandara yang sudah disepakati ulama sebagai salah satu lokasi miqat itu itu hanyalah mengucapkan niat ihram. Berpakaian dan melaksanakan shalat sunah ihram biaa dilakukan sejak di Tanah Air.

Pengenaan kain ihram di bandara juga pada Selasa (31/7) sempat membuat dua jamaah tertinggal rombongan. Saat jamaah lain dalam kloternya telah bertolak menuju Makkah, mereka masih berada di Bandara Jeddah. Dua jamaah tersebut adalah Rasadi Radin Paero Sentono asal Kloter 41 Surabaya dan Petta Lindrung Petta Sakka asal Kloter 10 Palembang.

Identitas mereka, baik nama, nomor passport, dan asal kloter, dapat diketahui dari gelang haji yang mereka kenakan. Saat bus mereka keluar dari bandara Jeddah kedua Jemaah ini mengaku masih menyelesaikan proses ihram.

Rasadi sedang berihram di toilet dan Petta sedang shalat sunnah ketika teman-temannya bergegas menuju Makkah. Apesnya lagi pasport mereka berada di tas tenteng dan sudah dibawa jamaah lain ke dalam bus. Sehingga nyaris mereka berada di Bandara Jeddah tanpa identitas.

Arsyad Hidayat menuturkan bahwa hal ini mestinya tidak perlu terjadi bila jamaah haji sudah berihram sejak di Tanah Air. Petugas akhirnya berupaya menyusulkan dua jamaah tersebut dan mengurus “surat jalan” mereka berdua dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini