28 Ramadhan 1442

Paspor Tertukar Hambat Keberangkatan Jamaah dari Madinah

Jumat , 03 Aug 2018, 17:34 WIB Redaktur : Ani Nursalikah
Paspor calon jamaah haji.  (ilustrasi)
Paspor calon jamaah haji. (ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, Oleh: Fitriyan Zamzami dari Jeddah, Arab Saudi

MADINAH -- Tak hanya di Bandara King Abdulaziz Jeddah, paspor yang terpisah jamaah haji juga menghambat keberangkatan dari Madinah ke Makkah. PPIH mengimbau agar jamaah tak menitipkan paspor ke jamaah lain meski sebagian persoalan juga disebabkan pengelola haji di Kementerian Haji Arab Saudi.

"Dalam hal ini ada beberapa jamaah kita yang paspornya terbawa oleh jamaah (lain) dan tertunda keberangkatannya," Kepala Daerah Kerja Madinah, Muhammad Khanif, Kamis (2/8).

Ia mengatakan, puluhan jamaah haji dari Madinah ke Makkah sempat tertunda keberangkatannya karena persoalan manifest dan paspor yang dimilikinya. Dua syarat yang diatur pihak Kementerian Haji Arab Saudi itu menjadi kewajiban bagi jamaah agar bisa keluar dari Madinah . Khanif mengatakan, tertundanya keberangkatan jemaah ke Makkah juga disebabkan persoalan di pihak muasasah yang menngimpulkan paspor jamaah di Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz Madinah dan mendistribusikannya kembali saat jamaah hendak bertolak ke Makkah.

Khanif menyebut, pernah ada kasus tertukarnya paspor jamaah haji Indonesia dengan jamaah Pakistan. Menurut dia, banyaknya paspor jamaah berbagai negara di muasasah juga mengakibatkan paspor dari jamaah negara lain masuk ke jamaah indonesia.

Selain itu, ada jamaah haji yang tertunda ke Makkah karena paspor jemaah itu hilang. Khanif berharap, muasasah dapat memberitahu lebih awal masalah administrasi jamaah haji tersebut. Dengan cara itu, Daerah Kerja Madinah dapat mencari tahu paspor jamaah berada.

"Kita sudah menyampaikan ke muasasah agar memberi pemberitahuan lebih awal, jika mereka menemukan kloter yang tidak lengkap," ujar dia.

Hingga Kamis, 2 Agustus 2018, terdapat 30 jamaah yang tidak masuk ke dalam manifest keberangkatan dari Makkah ke Madinah.

Sementara itu, Khanif juga menjelaskan tertundanya keberangkatan jamaah juga terjadi karena gagal sistem. Sidik jari sebanyak 80 orang jemaah ternyata belum tersimpan dalam sistem data e-Hajj Arab Saudi. Jamaah-jamaah yang belum terekam itu terpaksa dipindai ulang menjelang keberangkatan.

Tahun ini adalah tahun inisiasi program Makkah Route yang dijalankan Pemerintah Arab Saudi. Muasasah melakukan berbagai percepatan di bidang keimigrasian guna melancarkan program tersebut. Kepala Daker Bandara Arsyad Hidayat menyampaikan, meski secara umum berjalan lancar, ada sejumlah persoalan yang harus dievaluasi karena bisa memicu penumpukan jamaah. 

 

widget->kurs();?>