Jamaah Haji Berburu Buah Tangan

Ahad , 26 Aug 2018, 19:57 WIB Redaktur : Ani Nursalikah
Jamaah haji nampak mulai mendatangi pusat perbelanjaan Corniche di Jeddah, Sabtu (25/8). Seiring rampungnya rangkaian ibadah haji, para jamaah langsung memburu oleh-oleh untuk divawa pulan ke Tanah Air.
Jamaah haji nampak mulai mendatangi pusat perbelanjaan Corniche di Jeddah, Sabtu (25/8). Seiring rampungnya rangkaian ibadah haji, para jamaah langsung memburu oleh-oleh untuk divawa pulan ke Tanah Air.

Oleh: Erdy Nasrul dari Makkah, Arab Saudi

 

IHRAM.CO.ID, MAKKAH -- Setelah melaksanakan prosesi haji, jamaah memburu berbagai komoditas di Makkah untuk menjadi buah tangan yang dibawa ke kampung halaman. Mereka mendatangi sejumlah tempat perbelanjaan, salah satunya adalah Pasar Ja’fariyah dekat pekuburan Ma’la.

Terkait

Sejak Sabtu (25/8) atau 14 Dzulhijjah, ratusan jamaah haji menyerbu area perbelanjaan tersebut. Mereka mengincar kurma, parfum, perangkat shalat, dan pakaian.

Pedagang di sana menyambut kedatangan jamaah. Mereka meneriakkan kata-kata Indonesia untuk menarik hati jamaah sehingga mereka berbelanja di gerainya. "Indonesia bagus, murah. Ayo ayo," kata puluhan pedagang di sana saling bersahutan.

Letak pasar itu tak jauh dari Masjid al-Haram, sekitar seribu meter. Setelah beribadah, jamaah biasanya berjalan kaki menuju kesana melewati Terminal Syib Amir, Pemakaman Ma’la tempat Siti Khadijah dibumikan. Kemudian sampailah mereka ke area pasar tadi.

Jamaah kelompok terbang JKG 23 Pipih Hopipah (43 tahun) memgetahui keberadaan pusat perbelanjaan itu dari saudaranya yang pernah berhaji dan berumrah. Dulu mereka memborong oleh-oleh di Ja’fariyah, yang dibagikan kepada keluarga dan tetangga.

“Mirip Tenabang (Tanah Abang) ya. Banyak pakaian. Bisa tawar-menawar pula,” katanya di Misfalah, Makkah pada Ahad (26/8).

Semakin banyak memborong dagangan di sana, semakin murah harga di dapat. Dia membeli sejumlah buah tangan dengan harga yang lebih murah. Sajadah misalkan, di toko sekitar penginapan harganya 10 riyal per helai. Sedangkan di Ja’fariyah hanya 50 riyal per enam potong.

Dia lebih memilih berbelanja di Ja’fariyah meski harus menempuh perjalanan jauh. Selain harga murah, di sana Pipih bisa memilih banyak oleh-oleh.

Pipih datang bersama suaminya Tiyas Puguh Pracoyo (47), dan sejumlah anggota rombongan kloternya. Ibu tiga anak ini membeli sejumlah oleh-oleh sekadar buah tangan. Tiyas pun demikian.

"Serban yang semula harganya 35 SR jadi 20 riyal karena saya beli lima buah," kata Tiyas.

Serban akan dipakainya untuk shalat berjamaah di masjid dekat rumah. Kain itu juga bisa dipakai pada hari raya besar umat Islam. Bagi pasangan ini, cenderamata adalah penyambung silaturahim. Terlebih keluarga dan warga sekitar rumahnya sudah mendoakan mereka sebelum ke Tanah Suci.

Di Syisyah 2, jamaah memadati area perbelanjaan bernama Mall Jakarta. di sana terdapat sejumlah toko yang diapit hotel 206 dan 207. Pedagang di sana menjajakan barang pecah-belah, perangkat shalat, pakaian, dan mainan anak-anak.

Area sekitar hotel juga diramaikan dengan toko-toko kecil yang menjual barang-barang yang sama. Mereka memasang pengeras suara untuk menarik jamaah haji Indonesia berbelanja di sana.

Ribuan jamaah haji menempati Syisyah dua yang dikenal sebagai kampung Indonesia. Puluhan hotel berdiri di sana. Pada pagi hari, warga Indonesia yang menetap di Saudi (mukimin) menjajakan makanan sarapan pagi, seperti nasi uduk, bakso, dan berbagai lauk-pauk. Harganya mulai 10-15 riyal.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini