Pulang Haji, Jamaah Masih Langgar Aturan Bawaan

Ahad , 09 Sep 2018, 10:37 WIB Reporter :fitriyan zamzami/ Redaktur : Muhammad Subarkah
Petugas mendorong jamaah Kloter 41 Embarkasi Jakarta-Bekasi di Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz, Madinah, Ahad (9/9) dini hari. Kloter tersebut merupakan rombongan pertama yang bertolak pulang dalam gelombang kedua kepulangan jamaah haji.
Petugas mendorong jamaah Kloter 41 Embarkasi Jakarta-Bekasi di Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz, Madinah, Ahad (9/9) dini hari. Kloter tersebut merupakan rombongan pertama yang bertolak pulang dalam gelombang kedua kepulangan jamaah haji.

IHRAM.CO.ID, MADINAH -- Pemulangan jamaah haji Indonesia gelombang kedua mulai dijalankan pada Ahad (9/9) dini hari. Sebagian jamaah dari kloter pertama yang berangkat pada gelombang kedua tersebut masih membawa barang melebihi ketentuan.

 

Salah seorang jamaah perempuan dari Ciamis yang terbang mengikuti Kloter 41 Debarkasi Jakarta-Bekasi, misalnya, harus dihentikan petugas maskapai Saudia Airlines karena membawa sejumlah hanger dalam tas punggungnya. Hanger tersebut terpaksa ditinggal karena melebihi ketentuan tas yang boleh dibawa jamaah.

Terkait

Jamaah lainnya juga terpaksa membongkar berdus-dus mainan yang ia basa sebagai oleh-oleh. “Tolong Pak, ini untuk anak-anak saya,” kata dia. Petugas Saudia Airlines kemudian mengizinkannya membawa mainan itu dengan syarat ditenteng dan dikeluarkan dari bungkusnya. Pada dinihari tersebut, petugas juga menyita sejumlah gunting kuku dan gunting milik jamaah.

Kadaker Bandara PPIH Arab Saudi Arsyad Hidayat mengatakan, seperti pada gelombang pertama pemulangan dari Jeddah, umumnya jamaah masih mencoba- coba memasukkan barang-barang yang tak dibolehkan maskapai. “Seperti gunting, gunting kuku, dan barang berlebih,” kata dia di Bandara Amir Muhammad bin Abdulaziz, Ahad (9/9) dini hari.

Ia juga kembali mengingatkan, jamaah dilarang membawa air zamzam baik dalam koper bagasi maupun kabin. Mereka nantinya akan dibagikan zamzam setibanya di debarkasi di Tanah Air. “Kalau kita ketemu yang mencoba membawa zamzam baiknya diminum saja,” kata dia.

Barang-barang jamaah yang terpaksa ditinggal, menurutnya tak akan dikirimkan ke Tanah Air. Jika ada barang berharga, sejauh ini berhasil dikembalikan ke jamaaah sebelum terbang ke Tanah Air.

Bersama dengan pemulangan gelombang kedua jamaah haji dari Bandara Madinah, sediabya masih ada kloter terakhir gelombang pertama yang berangkat dari Bandara King Abdulaziz Jeddah ke Tanah Air pada pukul 01.30, Ahad (9/9). Terkait hal itu, para petugas Daker Bandara dibagi dua kelompok yang bertugas di Jeddah dan Madinah sekaligus.

Sementara jamaah yang pulang pada kloter gelombang kedua tersebut nampak antusias menanti kepulangan. “Alhadulillah hajinya lancar, sekarang tinggal berangkat ke Indonesia,” kata Jazuli (60 tahun), jamaah asal Ciamis. Pensiunan lurah tersebut berangkat bersama istrinya ke Tanah Suci.

Ia mengatakan, lega menjalani kepulangan karena sudah menuntaskan arbain alias shalat wajib empat puluh kali berturut-turut di Masjid Nabawi selepas menjalani puncak haji di Arafah, Mina, Muzdalifah dan Makkah. Jazuli juga menyatakan puas dengan pelayanan haji tahun ini. “Hotelnya bagus, makannya bagus, bus-busnya juga bagus,” kata dia. Kesulitan hanya ia rasakan di tenda di Mina terkait kondisi yang sesak dan toilet yang menurutnya kurang memadai.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini