Empat Inovasi Haji Baru akan Diterapkan Tahun Depan

Selasa , 25 Sep 2018, 19:23 WIB Reporter :Fuji E Permana/ Redaktur : Ani Nursalikah
Jamaah haji memasuki tenda di Arafah untuk melaksanakan puncak haji.
Jamaah haji memasuki tenda di Arafah untuk melaksanakan puncak haji.

IHRAM.CO.ID, MAKKAH -- Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menggelar rapat evaluasi operasional haji 2018 di Kantor Daerah Kerja Makkah pada Senin (24/9). Rapat tersebut diikuti Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Kepala Daerah Kerja dan Kepala Bidang Layanan Haji mulai dari transportasi, katering, akomodasi serta perlindungan jamaah.

 

Terkait

Lukman mengapresiasi kinerja PPIH Arab Saudi pada musim haji 1439 H / 2018 M. Menurutnya, secara umum penyelenggaraan haji tahun ini berjalan dengan baik. "Itu telah diakui publik juga oleh kalangan media massa, bahkan Presiden Jokowi telah memberikan apresiasi atas suksesnya haji tahun ini," kata Lukman melalui keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Selasa (25/9).

Lukman mengingatkan sejumlah inovasi yang harus dilakukan pada musim haji mendatang. Pada 2019 setidaknya ada delapan inovasi yang akan dilakukan dan empat di antaranya relatif baru. Inovasi pertama, fast track untuk proses imigrasi jamaah.

Menurutnya, inovasi ini akan berimplikasi positif terhadap layanan jamaah karena jamaah tidak perlu antre lama setibanya di Arab Saudi. "Sejak di Tanah Air, perlu dipersiapkan dengan cermat, akurat, teliti dan diperhitungkan dengan sangat matang," ujarnya.

Inovasi kedua, pemondokan penuh musim. Tahun ini sejumlah hotel di Madinah sudah disewa secara penuh musim. Lukman minta tahun depan seluruh pemondokan jamaah di Madinah disewa secara penuh musim. Hal itu akan memudahkan proses penempatan jamaah selama berada di Kota Nabi.

Inovasi ketiga, pemberian nomor pada tenda Arafah dan Mina. Ini dimaksudkan agar setiap kelompok terbang (kloter) sudah mengetahui maktab dan tendanya. Dengan demikian, jamaah tidak perlu berebut tenda sesampainya di Arafah dan Mina.

"Kita yang harus mengatur, bukan muassasah, pada saat yang sama kita bisa mengontrol muassasah dalam menyediakan tenda," jelasnya.

Inovasi keempat adalah revitalisasi satgas. Ke depan, jumlah dan kualifikasi harus benar-benar dihitung agar sesuai kebutuhan lapangan. Lukman mengatakan, catatan dalam evaluasi ini bisa dimatangkan sebagai bahan dalam melakukan evaluasi nasional.

Baca juga: Seluruh Jamaah Haji Jambi Sudah Kembali ke Tanah Air