BPKH Stok Penyedian Riyal dan Dollar Lebih Awal

Rabu , 05 Dec 2018, 06:07 WIB Reporter :Fauziah Mursid/ Redaktur : Esthi Maharani
Anggito Abimanyu
Anggito Abimanyu

IHRAM.CO.ID, JAKARTA--Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Anggito Abimanyu mengungkap BPKH akan melakukan stok penyediaan mata uang riyal Arab Saudi maupum dolar Amerika Serikat jauh sebelum penyelengaraan ibadah haji. Menurut Anggito, itu sebagai upaya untuk menekan kenaikan biaya penyelengaraan ibadah haji (BPIH) tahun 2019 mendatang.

 

Terkait

Ia mengungkap, usulan itu juga disampaikan BPKH dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Panja Komisi VIII DPR mengenai BPIH Tahun 2019 di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/12)

"Kita nggak beri angka angka detail tapi kita memberi beberapa kebijakan supaya mengurangi biaya, misalnya mau mengurangi biaya kita melakukan pengadaan riyal duluan atau mata uang sekarang," ujar Anggito di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta.

Menurutnya, kerap terjadinya fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap riyal maupun dolar menyebabkan resiko adanya  biaya selisih kurs yang harus ditutup negara. Ia juga mengungkap BPKH akan memulai kerjasama dengan investasi di Arab Saudi. Tak hanya itu, ia menyebut perlunya bekerjasama dengan pihak maskapai penerbangan untuk menekan biaya transportasi udara.

"Mulai investasi di Arab Saudi, kemudian kerjasama dengan investasi Arab Saudi, kemudian bekerjasama dengan penerbangan, dan Pertamina untuk menyediakan minyak. Nah hal-hal seperti itu yang bisa mengurangi," ungkap Anggito.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR bidang agama, Ace Hasan Syadzily menegaskan komitmen Panja untuk menekan BPIH 2019 bisa diturunkan. Hal itu kaya Ace, menyusul tawaran Kementerian Agama adanya kenaikan BPIH 2019 lebih besar dibandingkan tahun lalu yakni sekitar Rp3-4 juta. Karenanya, Panja Komisi VIII DPR akan menelisik komponen yang bisa diefisiensi untuk menurunkan ongkos atau BPIH Tahun 2019.

"Dari situ komponen apa saja yang bisa dilakukan diefisiensi. Terutama yang paling penting adalah sebetulnya angkutan udaranya, ongkos pesawat," ujar Ace.

Ace juga mengungkap Panja mempersilakan BPKH mulai menyediakan stok mata uang riyal dan dolar. Itu untuk mengantisipasi adanya selisih biaya fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang riyal atau pun dolar. Sedangkan biaya penyelengaraan ibadah haji ini tergantung dari fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap mata uang riyal atau pun dolar dan kebijakan dari Arab Saudi.

"Salah satunya kita rapat dengan BPKH untuk melihat seberapa mungkin ketersediaan dari dana yang dikelola BPKH untuk menutupi kekurangan yang ada tersebut, silahkan untuk dapat menyediakan stok keuangan mata uang asing seperti riyal dan dolar supaya nilainya tetap," kata Ace.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini