Kemenag Pastikan Layanan dan Fasilitas Jamaah Dimaksimalkan

Selasa , 05 Feb 2019, 21:54 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Andi Nur Aminah
Suasana di tenda Arafah.
Suasana di tenda Arafah.

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Agama (Kemenag) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Komisi VIII sepakat Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tidak dinaikan. BPIH tahun 2019 sebesar Rp 35,2 juta sama dengan BPIH tahun 2018.

 

Direktur Pengelolaan Dana Haji Kementerian Agama Maman Saefullah mamastikan, meski BPIH tidak naik, pelayanan kepada para jamaah haji tetap akan dimaksimal. "Insya Allah akan pemerintah upayakan peningkatan dari tahun yang lalu," kata Maman kepada Republika.co.id, Selasa (5/2).

Terkait

Maman mengatakan salah satu upaya peningkatan kepada jamaah adalah memberikan fasilitas pendingin moderen atau Air Conditioning (AC) di tenda-tenda Arafah dan penambahan urinior di Mina. Penambahan AC dan urinoir ini merupakan salah satu upaya pemerintah meningkatkan pelayanan terhadap seluruh jamaah haji Indonesia.

"Antara lain pemasangan Air Conditioning di Arafah dan penambahan fasilitas urinoir di mina," ujarnya.

Mamam tidak merinci berapa jumlah unit AC yang akan diadakan untuk jamaah haji tahun 2019 nanti. Maman hanya merinci berapa jumlah urinoir diadakan untuk di Mina. "Hanya penambahan fasilitas urinoir per maktab 8 unit," katanya.

Maman mengatakan, tidak ada perubahan untuk desain atau model tenda yang digunakan bagi para jamaah haji di Arafah dan di Mina, seperti yang telah disarankan Sekjen Aphuri Firman Nur Alam.

Menurut Firman, salah upaya pemerintah meningkatkan pelayanan ada dengan memberikan fasilitas maksimal, salah satunya adalah dengan membuat perubahan desain tenda bertingkat. "Makanya sekarang harus sudah dipikirkan membuat tenda bertingkat atau gedung bertingkat atau lain sebagainya agar peningkatan pelayanan di sana bisa baik," katanya Firman belum lama ini.

Menurut Firman, pemerintah perlu tim khusus untuk bernegoisasi terkait percepatan perbaikan atau penambahan fasilitas ibadah haji terutama di Mina dan di Arafah. "Jadi diplomat itu yang bisa memberikan masukan yang baik kepada pemerintah Saudi," ujarnya.

Misalnya, masukan yang mesti disampaikan ke pemerintah Saudi adalah bagaimana membuat sebuah inovasi tempat tinggal yang memuat banyak jamaah dalam satu tempat. Sebagaimana yang pemerintah Saudi lakukan terhadap perluasan di Masjidil Haram dan Nabawi.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini